Pidato Pelantikan Obama
January 25, 2009 by Rachmad Hakim
Filed under Alumni Aggregator
Obama merupakan Presiden dengan kemampuan pidato yang begitu mengesankan dan terkadang puitis. Berdasarkan pengalaman saya baik secara langsung maupun tidak langsung menyimak pidato, bisa jadi Obama mungkin merupakan orator terulung dan terlihai yang pernah saya temui.
Berikut adalah teks pidato pengukuhan Obama sebagai presiden:
I stand here today humbled by the task before us, grateful for the trust you have bestowed, mindful of the sacrifices borne by our ancestors. I thank President Bush for his service to our nation, as well as the generosity and cooperation he has shown throughout this transition.
Forty-four Americans have now taken the presidential oath. The words have been spoken during rising tides of prosperity and the still waters of peace. Yet, every so often, the oath is taken amidst gathering clouds and raging storms. At these moments, America has carried on not simply because of the skill or vision of those in high office, but because We the People have remained faithful to the ideals of our forbearers, and true to our founding documents.
So it has been. So it must be with this generation of Americans.
As for our common defense, we reject as false the choice between our safety and our ideals. Our Founding Fathers, faced with perils we can scarcely imagine, drafted a charter to assure the rule of law and the rights of man, a charter expanded by the blood of generations. Those ideals still light the world, and we will not give them up for expedience’ sake. And so to all other peoples and governments who are watching today, from the grandest capitals to the small village where my father was born: Know that America is a friend of each nation and every man, woman, and child who seeks a future of peace and dignity, and that we are ready to lead once more.
Recall that earlier generations faced down fascism and communism not just with missiles and tanks, but with the sturdy alliances and enduring convictions. They understood that our power alone cannot protect us, nor does it entitle us to do as we please. Instead, they knew that our power grows through its prudent use; our security emanates from the justness of our cause, the force of our example, the tempering qualities of humility and restraint.
We are the keepers of this legacy. Guided by these principles once more, we can meet those new threats that demand even greater effort–even greater cooperation and understanding between nations. We will begin to responsibly leave Iraq to its people, and forge a hard-earned peace in Afghanistan. With old friends and former foes, we will work tirelessly to lessen the nuclear threat, and roll back the specter of a warming planet. We will not apologize for our way of life, nor will we waver in its defense, and for those who seek to advance their aims by inducing terror and slaughtering innocents, we say to you now that our spirit is stronger and cannot be broken; you cannot outlast us, and we will defeat you.
For we know that our patchwork heritage is a strength, not a weakness. We are a nation of Christians and Muslims, Jews and Hindus–and non-believers. We are shaped by every language and culture, drawn from every end of this Earth; and because we have tasted the bitter swill of civil war and segregation, and emerged from that dark chapter stronger and more united, we cannot help but believe that the old hatreds shall someday pass; that the lines of tribe shall soon dissolve; that as the world grows smaller, our common humanity shall reveal itself; and that America must play its role in ushering in a new era of peace.
Sedangkan untuk video pelantikan Obama (inauguration speech) yang lebih lengkap dapat dilihat pada berikut:
Trio Macan Mandi Bareng
January 12, 2009 by Rachmad Hakim
Filed under Alumni Aggregator
Bagaimana jadinya jika Trio Macan tertangkap basah sedang mandi sama-sama???
Hehehe
Belajar yang rajin yaa
January 9, 2009 by Rachmad Hakim
Filed under Alumni Aggregator
Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya.
Got Green, Huh?
January 2, 2009 by Rachmad Hakim
Filed under Alumni Aggregator
Bayangkan sebuah kota tanpa karbon (green city)?!
Sungguh asyik kota tanpa polusi minyak bumi: bensin, solar, etc… yang penting jauh lebih ramah llingkungan.
Negara-negara lain juga sudah banyak yang mulai memikirkan kota dengan konsep ini. Mungkin demi image, gengsi, idealisme, pariwisata, atau entahlah…
China sudah siap dengan Dangton, Abu Dabhi sudah merancang Masdar City.
Btw kapan Indonesia memulai ya..?
lanjutah…
Lempar Sepatu
December 28, 2008 by Rachmad Hakim
Filed under Alumni Aggregator
Kejadian lempar sepatu saat presiden Amerika Serikat, George Bush, berkunjung ke Irak telah menimbulkan reaksi yang bermacam-macam. Bagi yang belum sempat menonton, dapat dilihat pada video berikut.
Kejadian ini bahkan sempat menjadi lelucon para pejabat negara lain, misalnya presiden Brazil. “Jangan melempar sepatu,” kata Presiden Brasil Luiz Ignacio Lula da Silva kepada wartawan, Rabu, tiga hari setelah seorang wartawan Irak menjadi terkenal karena melemparkan sepatunya ke Presiden AS George W. Bush di ibukota Irak, Baghdad.
Untuk Anda yang tidak ingin ketinggalan melempar sepatu ke arah Goerige Bush, bisa berkunjung ke situs play.sockandawe.com.
Kota terapung
December 23, 2008 by Rachmad Hakim
Filed under Alumni Aggregator
Bagaimana jika penduduk dunia telah terlalu padat atau bumi sudah sangat rusak penduduknya? Ternyata arsitek tidak kehilangan akal. Berikut adalah contoh projek pulau masa depan untuk mengatasi kondisi lingkungan alam yang berubah menjadi ekstrim serta kerusakan ekologi/lingkungan yang parah. Lebih lanjut bisa baca di vincent.callebaut.org.
Artis Tanpa Makup
December 23, 2008 by Rachmad Hakim
Filed under Alumni Aggregator
Bagaimanakah wajah artis Hollywood tanpa makeup?
Lihat saja video berikut ini
Bolpen Muter
December 13, 2008 by Rachmad Hakim
Filed under Alumni Aggregator
Waktu masih di bangku sekolah, banyak dari kita yang melakukan pekerjaan kreatif, kalau nggak aneh-aneh.
Salah satunya adalah muter-muter bolpen dengan tangan.
Sampai sejauh mana kita-kita dapat berakrobat dengan bolpen?
Lihat saja cuplikan berikut ini…
BELAJAR DARI ANJING
December 8, 2008 by Rachmad Hakim
Filed under Alumni Aggregator
Bisa jadi manusia merupakan makhluk yang paling tidak akur. Saling bunuh antar manusia terus terjadi hingga saat ini. Pada abad 20 saja, tercatat tidak kurang dari 100 juta orang mati. Bukan karena panyakit, bencana alam, ataupun sebab lain, tetapi sengaja dibunuh oleh manusia lainnya. Jika hewan membunuh hanya untuk mencari mangsa, maka manusia saling membunuh demi memenuhi keinginannya bahkan karena kebenciannya. Tidak ada spesies lain selain manusia yang begitu hebatnya dalam membantai sesama spesiesnya sendiri. Termasuk jarang jika ada hewan dalam satu spesies bermusuhan apalagi hingga menyebabkan kematian.
ANJING DAN KUCING
Sudah seperti kodrat jika anjing dan kucing saling bermusuhan. Namun tidak berarti hal itu selalu terjadi. Tidak percaya?
Persahabatan antara kucing dan anjing jelas sah-sah saja. Namun tetap harus ada batasannya. Jangan sampai keterlaluan. Bisa kebablasan juga…
WKWK, PEACE….
LOGIKA DAN BAHASA
December 4, 2008 by Rachmad Hakim
Filed under Alumni Aggregator
Manusia menggunakan bahasa untuk berkomunikasi. Bahasa mengandung informasi yang mempunyai arti tertentu. Bahasa tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain, tetapi juga kepada diri sendiri (self talk) dan juga kepada Pencipta, bagi yang percaya.
Logika merupakan prinsip berpikir yang dapat digunakan untuk menentukan benar salahnya sesuatu. Logika tidak melulu digunakan pada Matematika, teknik, maupun sains. Dalam bahasa sehari-haripun kita dituntut untuk berbahasa dengan logika. Contoh logis/tidak logis dalam satu komunikasi:
- Pertanyaan: Siapakah nama Anda?
- Jawaban tidak logis: Saya tinggal di Jakarta
- Jawaban logis: Nama saya Stifla
Argumen Logis
Logika dalam bahasa diperlukan untuk membuat argumen yang logis. Argumen tersusun dari premis-premis. Dalam kaitannya dengan bahasa, premis muncul dalam kalimat atau juga frase. Logika berguna untuk menjembatani antara satu premis dengan premis yang lain, serta membentuk kesimpulan.
- Premis1: Semua manusia pasti mati.
- Premis2: Kita adalah manusia.
- Kesimpulan: Kita pasti mati.
Kesimpulan di atas logis dan pasti benar jika premis1 dan premis2 benar.
Beberapa kata dalam bahasa juga sudah mengandung logika itu sendiri.
- Jika…, maka…. (sebab-akibat)
- Jika dan hanya jika
- Dan, atau, tidak
- Setiap, semua, tidak ada
- Kecuali
- Meskipun
- Tetapi
Dalam kaitannya dengan bahasa dan kebenaran, logika memiliki keterbatasan, antara lain:
- Logika berkaitan dengan premis. Jika premis sudah salah, maka kesimpulan yang logis bisa salah.
- Logika tidak dapat menentukan langsung apakah suatu premis benar atau salah. Namun, logika dapat membantu berpikir kritis untuk menguji tingkat kebenaran suatu premis
- Premis mempunyai kaitan erat dengan persepsi. Jika persepsi sudah tidak tepat, maka kesimpulan logis juga tidak tepat
Logic In Action
Secara tidak sengaja, bawah sadar sering berlogika sendiri sehingga membentuk keyakinan-keyakinan yang dapat mempengaruhi persepi dan pikiran sadar.
- Si A, B, C, D, E, dll adalah orang suku Jawa.
- Si A, B, C, D, E, dll katro.
- Kesimpulan: Semua orang Jawa katro, atau paling tidak sedikit katro, atau paling tidak mempunyai lingkungan yang katro. Pokoknya ada katronya.
- Warning: bisa salah karena kesimpulan diambil dari generalisasi. Istilah katro juga tidak dapat dijelaskan secara tegas
- Orang bisa berbuat apa saja demi uang
- Kesimpulan: Uang adalah akar dari kejahatan
- Warning: kesimpulan diambil dengan menggunakan premis bahwa terdapat relasi sebab-akibat antara uang dan perbuatan. Kesimpulan bisa salah jika tidak ada sebab-akibat antara uang dan perbuatan. Atau bisa jadi karena hal lain yang berhubungan dengan uang namun tidak secara langsung. Misalnya: Serakah terhadap uang adalah akar kejahatan, Kekurangan uang (kemiskinan) adalah akar kejahatan.
- Orang kaya banyak godaannya.
- Aku tidak ingin banyak godaan dalam hidup.
- Keputusan: Aku tidak ingin kaya, apalagi terlalu kaya.
- Warning: Kesimpulan dan premis sudah benar. Namun, persepsi bisa jadi tidak tepat, misal: orang miskin juga banyak godaannya.
- Aku grogi jika berdekatan wanita yang cantik
- Laura adalah wanita cantik menurutku
- Kesimpulan: Aku pasti grogi berada dekat dengan Laura
- Warning: Kesimpulan dan premis sudah benar. Namun, persepsi bisa jadi tidak tepat sehingga keyakinan di atas tidak menguntungkan.
Selain itu, ketidakmampuan melihat masalah secara keseluruhan dapat mengkerdilkan persepsi sehingga menyempitkan pilihan-pilihan yang dapat diambil.
- Persaingan dalam penjualan sangat tinggi. Banyak pedagang yang menipu pembeli dengan mengurangi berat timbangan serta mencampur komoditas dengan jenis yang lebih murah
- Kesimpulan: Pedagang hanya mempunyai dua pilihan: menipu pelanggan atau bangkrut.
- Warning: mungkin bisa dicari alternatif selain kedua pilihan di atas.
Berikut adalah contoh lain logika kaitannya dengan agama. Kalimat di bawah ini benar-benar terkenal karena diucapkan oleh seorang ulama yang berpengaruh.
Siapa yang berlogika (dalam agama), berarti dia kafir.
Mari kita telaah kalimat terkenal di atas berdasarkan logika.
- Kalimat di atas telah menggunakan bahasa logika, berkaitan dengan jika, maka. Artinya: Jika seseorang berlogika dalam agama, maka orang tersebut kafir.
- Kalimat di atas berkaitan dengan agama. Dengan kata lain, orang yang melontarkan kalimat di atas telah “berlogika dalam agama”.
- Karena orang yang berlogika dalam agama kafir, maka yang melontarkan kalimat di atas telah kafir berdasarkan pemikiran orang itu sendiri. (Kafir menurut definisi dari orang yang melontarkan kalimat tersebut).
- Jika orang yang melontarkan tersebut tidak kafir, berarti kalimat di atas salah.



















