Mengantre
November 26, 2009 by albert
Filed under Alumni Aggregator
Adalah salah bila berpikir bahwa mengantre adalah hal sederhana, sekedar berdiri sesuai urutan dan menunggu giliran. Antre menyangkut banyak hal, di antaranya: sportivitas, kesigapan dan ketangkasan, rasa keadilan, dan tentu saja kesabaran.
Ada banyak hal yang membuat kita harus ikut masuk dalam antrean. Mulai dari menunggu giliran dilayani di bank, menunggu giliran menikmati permainan di Dunia Fantasi, menunggu giliran dilayani petugas loket tol, hingga menunggu giliran membeli tiket bioskop. Kebetulan, yang terakhir saya sebutkan tadi itu yang saya alami kemarin.
Hal pertama yang saya amati kemarin adalah masalah kejelasan, kejelasan jalur antrean. Karena bioskop ternyata belum buka, orang2 menggerombol di depan pintu masuk, tidak ada jalur antrean yang jelas. Petugas satpam yang datang kemudianpun bukan berusaha membuat jalur antrean, tapi sekedar meminta orang2 untuk mundur menjauh dari pintu masuk.
Antrean yang tidak jelas
Ketika tiba saatnya pintu masuk bioskop dibuka, lomba laripun segera dimulai. Yang paling cepat dan tangkas, tentu saja bisa berdiri lebih depan. Yang berbadan besar memiliki keuntungan lebih, bisa mendesak yang lebih kecil. 3 jalur antrean terbentuk, walau tidak jelas. Terdengar cekcok di sana sini, ada yang merasa diserobot jalurnya, ada yang marah karena dituduh menyerobot (padahal ya.. memang menyerobot antrean). Mengantre tidak sekedar berdiri urut saja sesuai jalur, tapi juga menyangkut ketangguhan fisik dan mental.
Beberapa belas menit kemudian, mendadak muncul jalur antrean baru, yang keempat, yang diinisiasi oleh petugas satpam sendiri. Mereka yang tadinya berdiri di belakang, mendapat kesempatan merangsek ke depan, masuk ke jalur antrean baru. Rasa keadilan terusik. Tapi, apalah arti rasa keadilan dalam model antrean yang nyaris tanpa aturan semacam itu.
Waktu berjalan. Semakin dekat ke depan, para penitip tiket mulai bermunculan. Seorang lelaki yang mengantre di depan teman saya (saya persis di belakang teman saya itu) mendadak didatangi seorang yang terlihat seperti temannya, mengobrol, lalu berdiri bersisian dengan si lelaki. Tak lama kemudian, datang seorang “teman” lain, menyapa si lelaki, dan berdiri juga di sisi satunya. Teman saya, yang gatal melihat kejadian itu, bertanya pada si lelaki, “Itu teman2nya ya Mas?” Dijawab singkat, “Ya.” Ya sudah..
Antrean terus bergerak maju. Muncul kejadian lain. Anak2 kuliahan yang berdiri di belakang saya mendadak ribut dengan seseorang. Rupanya ada yang berusaha menyerobot antrean mereka. Si penyerobot bilang bahwa ia cuma menggantikan temannya yang tadinya ada di situ (setahu saya, tidak ada orang lain di situ, selain anak2 kuliahan tadi). Didebat keras, akhirnya orang itu berdiri di belakang anak2 kuliahan di belakang saya itu. Sportivitaspun musnah pagi itu. Jalan pintas yang diambil. Tak ada rasa malu.
Antrean adalah masalah kecil yang tak pernah tuntas di negeri ini. Bukan cuma soal antre tiket bioskop. Antre di lampu merahpun mirip masalahnya. Tidak jarang, di perempatan juga terbentuk “jalur antrean baru” yang menduduki jalur jalan yang berlawanan, yang justru menyebabkan kemacetan dan (tidak jarang) juga keributan. Rasa malu lenyap di mana2. Antrean membayar tagihan listrikpun tidak jarang membuat saya marah. Antrean yang tanpa nomor, sekedar mengandalkan urutan tumpukan secarik kertas, bisa membuat kesabaran hilang hanya gara2 ada orang yang menyelipkan kertas antreannya di urutan awal.
Saya sering tak habis pikir saat berhenti di palang kereta, menanti kereta api melintas. Saat itu, tak dapat dikenali lagi apakah Indonesia menganut sistem jalur jalan kiri ataukah kanan, karena orang2 yang ada di belakang serentak bergerak maju, mengambil jalur kanan, persis berhadap2an dengan kendaraan dari seberang palang, yang berjalan pada jalur yang benar. Kekacauan selalu terjadi setelah palang terbuka.
Antrean jadi penyakit yang meluas, karena para petugas loket yang melayani antrean, seringkali juga tidak menghargai antrean. Penyerobot antrean dilayani juga. Mereka yang terserobot haknya oleh si penyerobot, tak kurang pula salahnya, karena mengizinkan hak mereka diinjak.
Di sisi lain, sistem yang ada juga seringkali tidak mendukung adanya antrean yang sehat. Pada antrean parkir, tidak ada keterangan tentang berapa ruang parkir yang masih tersisa. Tidak jarang antrean parkir bubar sia2, hanya karena mendadak pintu masuk parkir ditutup petugas oleh palang bertuliskan “Tempat parkir habis”. Hal yang sama juga terjadi pada antrean tiket bioskop. Siapa mengantre untuk tiket film apa yang main jam berapa, tidak jelas. Semua orang ikut jalur antrean yang sama panjangnya. Padahal mungkin ia mau menonton film yang kebetulan peminatnya tidak banyak. Atau bisa saja mereka yang mengantre di depan mau membeli tiket film yang main paling malam. Teman saya pernah melihat, film yang diputar jam pertama sepi penonton, padahal peminatnya banyak. Yang berminat menonton pada jam itu masih terjebak dalam antrean.
Antrean yang tidak jelas aturannya, semakin menyurutkan niat orang untuk ikut mengantre dengan baik. Kunci suksesnya cuma satu, bagaimana secepat mungkin bisa dapat tempat di depan.
======================
Catatan:
Omong2, untuk menemukan kata yang baku, antre ataukah antri, juga tidak begitu mudah, ada yang menggunakan antre, ada yang memilih antri. Ternyata yang baku adalah “antre”, bisa diperiksa di: http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php
Hari Lahir?Hari Ulang Tahun?Hari Jadi
November 26, 2009 by Winarto
Filed under Alumni Aggregator
26 November 1984 telah lahir jabang bayi, yang oleh Bapak Salimin dan Ibu Mujiyem diberi nama Winarto.
26 November 2009, 25 tahun sejak kelahirannya, jabang bayi itu telah tumbuh dan berkembang. Namun sampai saat ini, dia kini bisa apa??????
Jam waktu terus berjalan, hari ini ucapan terus mengalir deras, ada yang berkata “sukses selalu“, “wish you all [...]
Relational checklist
November 25, 2009 by Andri Prasetya
Filed under Alumni Aggregator
1. Kepercayaan
2. Pengertian
3. Doa
sudahkah diberikan buat pasangan kita hari ini?
Ngobrol Social Media di Radio Bali FM
November 24, 2009 by Winarto
Filed under Alumni Aggregator
Term of reference BBC on Air untuk tanggal 22 November 2009 yang berjudul “Social Media Di Mata Kawula Muda” dan diposting di milis Baliblogger sama sekali tidak direspon. Dimungkinkan karena semua lagi konsentrasi pada acara ulang tahun BBC. Meskipun demikian, tiga blogger muda di BBC yaitu Eka Dirgantara, Lina PW dan Gung WS telah menyatakan [...]
Membonceng sepeda motor sambil belajar
November 24, 2009 by albert
Filed under Alumni Aggregator
Waktu belajar kurang ya Dik?
Perusahaan Jakarta Menggunakan Jasa Headhunter Singapura
November 24, 2009 by albert
Filed under Alumni Aggregator
Pagi tadi, saya menerima pesan dari seorang headhunter dari sebuah perusahaan Singapura. Intinya merasa tertarik dengan profil saya di LinkedIn, dan mengajak saya berkenalan untuk memperluas jaringan. Saya sih oke2 saja, tidak ada salahnya menambah kenalan. Saya sempat bertanya juga bagian mana dari profil saya yang baginya menarik. Terjadi saling membalas pesan. Ternyata ada perusahaan Jakarta yang membutuhkan seorang CIO (Chief Information Officer) / CTO (Chief Technical Officer), yang menggunakan jasanya untuk mendapatkan kandidat yang memenuhi kualifikasi. Kebetulan saya memang belum ada rencana untuk pindah karir, jadi saya menyatakan belum berminat atas peluang itu. Meski demikian, kami bersepakat untuk tetap saling kontak. Tapi bukan soal tawaran itu yang mau saya bahas sekarang.
Saya lebih tertarik pada fakta bahwa sebuah perusahaan Jakarta menggunakan jasa perusahaan Singapura untuk membantu mereka mencari kandidat untuk sebuah posisi di perusahaan mereka. Muncul sebuah pertanyaan besar di benak saya: apakah perusahaan Singapura memiliki informasi lebih baik tentang karakteristik kandidat yang diinginkan sebuah perusahaan Indonesia, tentang karakteristik tenaga kerja Indonesia (yang sekiranya sesuai dengan perusahaan Indonesia)? Jangan2 perusahaan Singapura itu memiliki data yang lebih baik dan lengkap tentang peta tenaga kerja profesional Indonesia, menyangkut tenaga profesionalnya sendiri ataupun pasar yang membutuhkan tenaga profesional itu? Kalo mau diperluas lagi, jangan2 banyak perusahaan Singapura yang memiliki informasi semacam itu?
Apakah sungguh sudah terlalu sulit bagi perusahaan Indonesia untuk mencari kandidatnya langsung di sini, baik melalui iklan ataupun perusahaan headhunter Indonesia, tanpa melalui perusahaan asing? Apakah mungkin juga tenaga profesional Indonesia lebih percaya pada tawaran2 perusahaan headhunter asing?
Dapat BleckBerry dan Happy Bersama Bali Blogger Community
November 23, 2009 by Winarto
Filed under Alumni Aggregator
Judul di atas merupakan tulisan yang masih terkait dengan ulang tahun Bali Blogger Community. Meskipun “Tertipu Peta di Undangan Ultah BBC“, namun ketika sampai di Desa Budaya Kertalangu, belum sampai ketinggalan acara terlalu jauh. Sudah banyak anggota BBC yang asyik mancing ikan di kolam. Ada yang dapat ikan berukuran besar, tanggung ataupun yang masih bayi.
Gambar [...]
Definit Integral Metode Monte Carlo
November 23, 2009 by NWH
Filed under Alumni Aggregator
Hari ini mendapat email dari seorang mahasiswa, begini bunyinya:
Bapak salaman sya mau bertanya. ini saya attach. sebelumnya terimaksih banyak ya bapak
Dan isi file attachment dalam format “doc” adalah:
bapak, saya mau menanya bagaimana skrip untuk perhitungan metode monte carlo dengan cara membangkitkan bilangan acak.
Dalam integral monte carlo ada rumus begini :

Dengan N = banyaknya data yang dibangkitkan.
Algoritmanya begini mas :
1. bangkitkan data dalam interval a sampai b
2. masukkan nilainya ke dalam fungsi g(x) lalu jumlahkan nilainya
3. hitung rata-rata lalu kalikan dengan (b-a) sebagai taksiran nilai integral yang dicari.
Misal ada soal begini :
bagaimana cara menyelesaikan dengan script python dengan integral monte carlo….? mohon saya diberi contoh skripnya ya bapak
Sebelumnya saya ucapkan terimakasih banyak atas kebaikan bapak
Entah iseng atau kurang kerjaan, saya jawab pertanyaan ini. Berikut jawaban saya:
Berikut ini skrip yang dimaksud. Saya buat secara cepat dengan menggali ingatan hampir 14 tahun yang lalu. Tidak ada upaya optimasi apapun, hanya menerjemakan algoritma “monte carlo” yang berbasis bilangan acak. Dan perlu diingat bilangan acak ini, karena dibuat oleh komputer sifatnyat tidak benar-benar acak. Sering disebut “quasi random”.
#!/usr/bin/python
from math import *
from random import *
# ubah fungsi ini.
def equation(x):
return x*x
def genrand(a,b,n):
step = (b-a)/n
pairs = []
l = a
while (l<n):
x = uniform(a,b)
pairs.append([x, equation(x)])
l = l + step
return pairs
def calculate(a,b,n):
pairs = genrand(a,b,n)
points = len(pairs)
y = 0
for x in pairs:
y = y + x[1]
avg = y/points
bmina = b - a
return bmina*avg
a = 2.0
b = 8.0
n = 1000
print ""
print "a = %s, b = %s, n= %s" % (a,b,n)
print "Definit integral: %s" % calculate(a, b, n)
print 40*"-"
print "notes: change equation() definition"
print ""
Gunakan dengan bijak dan tidak ada pernyataan apapun. Resiko apapun ditanggung pengguna. *LOL*
bebek h slamet bintaro
November 22, 2009 by prihhandoyo agung
Filed under Alumni Aggregator
Tertipu Peta di Undangan Ultah BBC
November 22, 2009 by Winarto
Filed under Alumni Aggregator
Hanya berbagi sedikit cerita di balik acara ultah Bali Blogger Community (BBC). Minggu pagi, setelah menulis tentang “Kenangan Masa SMA“, saya bersiap-siap untuk ke acara ultah Bali Blogger Community yang akan diadakan di Desa Budaya Kertalangu. Undangan telah tersebar, salah satunya melalui Facebook. Karena belum tahu lokasi tersebut, kebetulan di invitation tersebut menyediakan peta lokasi [...]

