UANG VS BAKAT

August 31, 2009 by TSUGAMU  
Filed under Alumni Aggregator

A

Oleh2 dari Rumah Tembi: beberapa iklan lawas

August 29, 2009 by albert  
Filed under Alumni Aggregator








You’ll Never Know…

August 29, 2009 by Felix Chen ???  
Filed under Alumni Aggregator

Peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan apapun,
hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik
bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.

Tina: “Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi
waktu denganku.”

Peter: “Kayaknya cumaj tinggal kita berdua deh yang jomblo. cuma kita berdua
saja yang tidak punya pasangan sekarang.”
(keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat)

Tina: “Kayaknya aku ada ide bagus deh. kita adakan permainan yuk?”
Peter: “Eh? permainan apaan?”

Tina: “Eng… gampang sih permainannya. Kamu jadi pacarku dan aku jadi
pacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja. gimana menurutmu?”

Peter: “Baiklah…. lagian aku juga gada rencana apa-apa untuk beberapa bulan
ke depan.”

Tina: “Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya… semangat dong! hari ini akan
jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?”

Peter: “Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah film The Troy lagi maen
deh. katanya film itu bagus”

Tina: “OK dech…. Yuk kita pergi sekarang. tar pulang nonton kita ke
karaoke ya…
ajak aja adik kamu sama pacarnya biar seru.”

Peter : “Boleh juga…”
(mereka pun pergi nonton, berkaraoke dan Peter mengantarkan Tina pulang
malam harinya)

Hari ke 2:
Peter dan Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe,
suasana kafe yang remang-remang dan alunan musik yang syahdu membawa hati
mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang Peter membeli sebuah
kalung perak berliontin bintang untuk Tina.

Hari ke 3:
Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang sahabat
Peter.
Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan membeli
sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat duduk di
foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai
berpegangan tangan untuk pertama kalinya.

Hari ke 7:
Bermain bowling dengan teman-teman Peter. Tangan tina terasa sakit karena
tidak pernah bermain bowling sebelumnya. Peter memijit-mijit tangan Tina
dengan lembut.

Hari ke 25:
Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay . Bulan sudah menampakan diri,
langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya. Mereka
duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu dengan
suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Tina memandang langit, dan
melihat bintang jatuh. Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.

Hari ke 41:
Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang tahun untuk Peter. Bukan
kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul dalam
hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter terharu
menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup lilin ulang
tahunnya.

Hari ke 67:
Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama,dan
mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka teddy bear
untuk Tina, dan Tina membelikan sebuah pulpen untuk Peter.

Hari ke 72:
Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari negeri China.. Tina
penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal. Sang peramal hanya
mengatakan “Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang”, kemudian peramal itu
meneteskan air mata.

Hari ke 84:
Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai. Pantai Anyer sangat sepi
karena bukan waktunya liburan bagi orang lain. Mereka melepaskan sandal dan
berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan, merasakan lembutnya
pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka. Matahari terbenam, dan
mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah lagi.

Hari ke 99:
Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan sederhana.
Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota.

15:20 pm
Tina: “Aku haus.. Istirahat dulu yuk sebentar.”
Peter: “Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja. Kamu
mau minum apa?”
Tina: “Aku saja yang beli. kamu kan capek sudah menyetir keliling kota hari
ini. Sebentar ya”
Peter mengangguk. kakinya memang pegal sekali karena dimana-mana Jakarta
selalu macet.

15:30 pm
Peter sudah menunggu selama 10 menit and Tina belum kembali juga.
Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah
panik.
Peter : “Ada apa pak?”
Orang asing: “Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan itu
adalah temanmu”
Peter segera berlari bersama dengan orang asing itu.
Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang,tergeletak
tubuh Tina bersimbah darah, masih memegang botol minumannya.
Peter segera melarikan mobilnya membawa Tina ke rumah sakit terdekat.
Peter duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit.
Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.

23:53 pm
Dokter: “Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik. Dia masih
bernafas sekarang tapi Yang kuasa akan segera menjemput. Kami menemukan
surat ini dalam kantung bajunya.”
Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter dan dia
segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajahnya pucat tetapi
terlihat damai.
Peter duduk disamping pembaringan tina dan menggenggam tangan Tina dengan
erat.
Untuk pertama kali dalam hidupnya Peter merasakan torehan luka yang sangat
dalam di hatinya.
Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya.
Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Tina untuknya.

Dear Peter…
ke 100 hari kita sudah hampir berakhir.
Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu.
Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak,
tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku.
Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang berharga dalam hidupku.
Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi
sebelumnya.
Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang
hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh
malam itu di pantai,
Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi
kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisiku seumur
hidupku. Peter, aku sangat sayang padamu.

23:58
Peter: “Tina, apakah kau tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat
meniup lilin ulang tahunku?
Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya..
Tina, kau tidak bisa meninggalkanku! hari yang kita lalui baru berjumlah 99
hari!
Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama!
Aku juga sayang padamu, Tina. Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku
kesepian!
Tina, Aku sayang kamu…!”

Jam dinding berdentang 12 kali…. jantung Tina berhenti berdetak.
Hari itu adalah hari ke 100…


Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat.
Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok.
Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan
pernah kembali lagi.

Resolusi Hostname di GNU/Linux pada jaringan NetBIOS

August 27, 2009 by NWH  
Filed under Alumni Aggregator

Resolusi nama host ke alamat IP di jaringan yang melibatkan protokol TCP/IP dan NetBIOS biasanya agak merepotkan. Syukurlah ada perangkat lunak Samba di sistem operasi GNU/Linux. Software ini berhasil menggantikan sebagian fungsi dari sistem operasi Windows Server.

Proses penerjemahan nama ke alamat IP dalam jaringan TCP/IP dilayani oleh DNS. Sedangkan jaringan NetBIOS menggunakan WINS atau memancarkan nama di jaringan yang pada akhirnya akan dikumpulkan oleh “komputer local browser”.

Tips ini diterapkan pada sistem operasi GNU/Linux distribusi Debian Etch, dan seharusnya bisa berjalan di versi-versi selanjutnya meski saya belum pernah mencobanya. Komputer berfungsi sebagai file server dan wins server. Semua komputer bersistem operasi Windows disetel supaya menggunakan komputer ini sebagai WINS-nya.

Langkah pertama adalah menginstall software winbind, dan menjalankannya.

fileserver:~# apt-get install winbind
fileserver:~# /etc/init.d/winbind start

Kedua edit file nsswitch.conf

fileserver:~# cp /etc/nsswitch.conf /etc/nsswitch.conf.distrib
fileserver:~# vi /etc/nsswitch.conf

Ubah baris-baris berikut

hosts:          files dns

menjadi

hosts:          files dns wins

Terakhir uji proses resolusi nama. Misalkan diketahui sebuah nama komputer dengan sistem operasi Windows di jaringan menggunakan nama “fera”. Maka jalankan perintah,

fileserver:~# getent hosts fera
192.168.0.31    fera

Asyik… komputer anda sekarang sudah bisa menerjemahkan nama komputer berbasis NetBIOS.

E.O.T

SERIE-A fANTASY MANAGER??

August 26, 2009 by damashsuryasund  
Filed under Alumni Aggregator

Extraordinary Pantene Commercial

August 23, 2009 by Felix Chen ???  
Filed under Alumni Aggregator



This could open your mind… What a great, extraordinary, and touching commercial about someone deaf who wants to play a violin…. In fact there was Beethoven who could make great compositions when he was deaf….

Kesempatan

August 21, 2009 by Andri Prasetya  
Filed under Alumni Aggregator

But in his limitation of space and time, people will find his opportunity and in his opprotunity there is widom behind it.

Hari ini denger kalo Singgih pulang dari sg n’ withdrawn kuliahnya di NUS, sebuah pergumulan yang berat.

Sehari ini terus kepikiran n kemudian sampai pada beberapa point2 berikut

1.Kesempatan, bahkan untuk mendapat “makanan baik” pun orang tidak punya kesempatan.
2.Selama kesempatan kita tidakdipengaruhi banyak pengaruh eksternal, kenapa kita malah tidak menggunakan kesempatan itu dengan bik.
3. Bukannya saat terbaik itu sekarang? kalo selagi muda pikiran tajam,tenaga kuat kenapa tidak serahkan pada Tuhan
persembahan yang terbaik?
4. Bahagia orang yang “sadar sebelm” dan bodohlah orang yang “sadar sesudah”
5. keep focus, and keep in sharp. The way you see your life shapes your life.

selamat jalan bro, Allah Roh Kudus sendiri yang akan menolong mu, mempertajam kebenaran di dalam hatimu dan menuntun tiap langkahmu, tetap semangat!!

Gbx
20 Agustus 2009

URL REDIRECTION

August 20, 2009 by friendly  
Filed under Alumni Aggregator


Ramadhan Yang Istimewa

August 20, 2009 by Joko Prayitno  
Filed under Alumni Aggregator

Ramadhan Yang Istimewa
To members of RINDU SURGA

Barangsiapa yang melakukan sesuatu yang istimewa pada waktu yang istimewa, niscaya dia akan diperlakukan istimewa pula oleh Allah. Setiap hari Allah sudah menciptakan waktu-waktu yang sangat istimewa, di antaranya adalah sepertiga malam terakhir. Orang yang bangun malam lalu melakukan tahajud dengan benar dan istiqomah, maka ia dijamin memiliki kedudukan terpuji dalam pandangan Allah dan dibuat terpuji dalam pandangan orang yang beriman.

Kata-katanya akan memiliki kekuatan, memiliki daya sentuh, daya hunjam, dan daya gugah yang hebat, walau mungkin yang dikatakannya sederhana. Ia pun akan diberi kemudahan dan jalan keluar dari setiap kesulitan yang dihadapinya, karena doanya makbul. Setiap minggu ada hari spesial pula, yaitu hari jumat. Rasullulah SAW pun berusaha tampil “lebih istimewa” pada hari Jumat. Amalannya ditingkatkan dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas amal-amal yang utama. Allah SWT menjamin gugurnya dosa setiap hamba dari Jumat ke Jumat, bila ia mampu meraih keutamaan di dalamnya.
Dalam satu tahun pun Allah SWT menciptakan satu bulan istimewa, yaitu bulan Ramadan. Bulan yang penuh barokah, yang benar-benar beda dengan bulan lain, hari demi harinya dan jam demi jamnya berbeda, dan detik demi detik berbeda, begitu istimewa. Siapapun yang mengisi detik demi detik di bulan Ramadan dengan perilaku istimewa, niscaya dia akan istimewa pula dalam pandangan Allah. Dosa-dosanya akan dihapuskan, derajatnya dinaikkan, setiap doanya dikabulkan, dan Allah menyediakan surga baginya. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadan karena iman dan mengharapkan pahala Allah maka diampuni dosanya yang terdahulu.” (HR. Bukhari).
Lalu, manusia seperti apakah yang istimewa dalam pandangan Allah?
Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah yang paling taqwa di antara kamu (QS. Al-Hujurat:13). Orang yang paling dekat dengan Allah adalah yang berpredikat taqwa. Ramadan adalah salah satu sarana menjadi orang yang istimewa dalam pandangan Allah, yaitu orang yang bertaqwa. Allah SWT menjelaskan tujuan diwajibkannya puasa di bulan Ramadan ini, Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa (QS: Al Baqarah: 183).
Lihatlah kalau kita diistimewakan oleh orang tua, belum meminta sudah dicukupi, selalu dijaga, kebutuhan kita dipenuhi, ketika kita meminta diberi, bila ada yang menganiaya dilindungi. Itu baru manusia. Bagaimana lagi kalau seorang hamba diistimewakan oleh Allah Yang Maha Tahu segala kebutuhan dan harapan kita.
Karenanya, sebodoh-bodoh manusia adalah yang menyia-nyiakan waktunya di bulan Ramadan dan dia tidak mendapat apapun di dalamnya. Oleh karena itu, ada satu hal yang harus kita camkan dalam hati berkaitan dengan Ramadan ini: kita tidak boleh melakukan apapun kecuali yang istimewa dan terbaik dalam pandangan Allah.
Ramadan adalah waktu yang teramat istimewa. Kita harus bertekad tidak melihat apapun kecuali yang istimewa. Mata kita hanya melihat sesuatu yang bisa membersihkan hati. Mata kita harus menjadi sarana penambah ilmu dan penambah kedekatan kita kepada Allah.
Apakah boleh melihat televisi? Tentu saja boleh. Tapi acara yang kita lihat hanya acara istimewa yang bisa mengembangkan iman kita dan menambah rasa kagum kepada Allah. Mata dan telinga ini adalah karunia Allah, maka mata dan telinga ini hanya layak melihat dan mendengar hal-hal yang istimewa di bulan istimewa pula, Subhanalloh.
Jangan membicarakan aib orang lain. Ingat, kita hanya boleh mendengar sesuatu yang membuat kita semakin dekat dengan Allah. Daripada membicarakan keburukan orang lain, akan lebih baik jika kita membicarakan kebaikan-kebaikan orang lain sehingga bisa menirunya. Jangan mendengarkan obrolan yang sia-sia. Apakah boleh mendengarkan lagu? Tentu saja boleh, tapi dengarkanlah lagu yang dapat menjadi amal. Kita pun boleh berbicara apapun kalau itu bisa menjadi kebaikan, “fal yaqul khairan auliyashmut”. Kita jangan berkata, kecuali kata-kata terbaik. Tidak akan berkomentar kecuali komentar terbaik. Jangan ada komentar negatif, karena sekali bicara didengar oleh Allah dan dicatat oleh malaikat.
Jangan ada lintasan hati kepada orang yang beriman, kecuali lintasan yang baik saja. Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa. Dan janganlah kamu mencari keburukan orang dan janganlah sebagian kamu menggunjing atas sebagian yang lain. Adakah di antara kamu suka memakan daging saudaranya yang mati? Maka kamu membenci (memakannya). Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha penyayang (QS. Al-Hujuraat:12).
Usahakanlah pula agar di bulan Ramadhan ini, kita bisa mengekang segala keinginan duniawi. Kita harus shaum dari buruk sangka. Kita harus memiliki keinginan untuk memperbanyak amal; untuk membagikan pakaian, makanan, ataupun parcel. Perbanyak pula sedekah. Tidak selalu harus berupa materi, bisa dengan senyuman, keramahan, membersihkan masjid, mendoakan orang lain, dan sebagainya.
Ramadhan adalah bulan tawadhu dan bulan peningkatan kualitas dan kuantitas ibadah. Karena itu, siapapun yang berusaha menjadikan waktu Ramadan ini istimewa, maka ia akan berusaha akrab dengan Alquran, dengan majelis ilmu, menjadi ahli sedekah yang ikhlas, gemar menolong orang, dan pandai mengendalikan diri. Bila kita mampu melakukan segalanya dengan istimewa dan dengan cara terbaik di bulan ini, insya Allah kita akan menjadi orang yang istimewa di sisi Allah SWT.
Hal yang tidak kalah pentingnya setelah meningkatkan ibadah, kita pun harus berusaha meningkatkan kualitas akhlak. Akhlak adalah respons spontan kita terhadap sesuatu hal. Bila akhlak kita baik, maka kita akan merespons setiap kejadian apapun dengan sikap terbaik kita. Semoga kita bisa mengisi Ramadan ini dengan sebaik-baiknya, sehingga Allah SWT berkenan menuntun kita menjadi orang yang ber-akhlakul karimah.Wallahu a’lam bish-shawab.
Insan kamil

tanpa pesan?penuh kejutan

August 19, 2009 by damashsuryasund  
Filed under Alumni Aggregator

Next Page »