Dari Margoyudan Ke Warung Miri Serta Kerkoff

May 24, 2009 by Winarto  
Filed under Profil Alumni

Pada bagian ini, tidak disajikan profil alumni, akan tetapi akan mencoba mengulas perjalanan sejarah SMA negeri III Surakarta dari masa ke masa. Melalui tulisan ini diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat untuk kita semua.

Perjalanan Panjang SMA Negeri 3 Surakarta

Awal berdirinya Sekolah Lanjutan Atas Negeri pertama dimulai bulan Agustus 1943. Pada saat itu (masa pendudukan Jepang) Bapak Mr. Widodo Sastrodiningrat sebagai Kepala Bagian Pendidikan Kasunanan Surakarta dan Pak Soetopo Adisepoetro sebagai Kepala Pendidikan Keresidenan Surakarta. Atas persetujuan pembesar Jepang dibukalah sekolah yang sederajat AMS (Algemene Middle-baar School).

Pada tanggal 3 Nopember 1943, diresmikan pembukaan sebuah Sekolah Lanjutan Atas yang diberi nama Sekolah Menengah Tinggi Negeri (SMT Negeri) bertempat di gedung yang sekarang dipakai Sekolah SMP Negeri 1 Surakarta dengan Kepala Sekolah Bapak Mr. Widodo Sastrodiningrat dengan Wakilnya Bapak S. Djajeng Soegianto.

SMT Negeri ini mempunyai dua kelas yaitu:

  • Kelas IA jurusan Sastra Budaya dengan 33 siswa.
  • Kelas IB Jurusan Pasti Alam mempunyai 34 siswa.

Kedua kelas itu diampu oleh 12 orang guru.

Berikut rekam jejak sejarah SMA N 3 Surakarta:

Agustus 1944; Jabatan Kepala sekolah diserah terima dari Mr. Widodo Sastrodiningrat kepada Bapak S. Djajeng Soegianto sebagai Kepala Sekolah ke II.

April 1945; terjadi serah terima jabatan Kepala Sekolah ke III dara Bapak S. Djajeng Soegianto kepada N. Barnami karena Bapak S. Djajeng Soegianto diangkat menjadi Kepala Sekolah SMP Puteri di Pasar Legi Solo.

Juli 1945; SMT Negeri Solo mendapat tambahan guru tetap sebanyak 5 orang sehingga seluruh guru yang mengajar ada 17 orang dan ini merupakan guru cikal bakal SMT/SMA Negeri Surakarta.

Adapun nama-nama Guru SMT/SMA Negeri Surakarta :

  • Bp. Ismusubroto (Bhs Indon)
  • Bp. Soetardjo (Ilmu Alam)
  • Bp. B. Soeparno (Bhs Indon)
  • Ibu Sri Peni (Ilmu Hayat)
  • Ibu Poppy Saleh (Ilmu Ekonomi dan Tata Negara)

Setelah Indonesia Merdeka
Akhir dari Perang Dunia II dan pasca Indonesia memerdekakan diri tanggal 17 Agustus 1945, SMT Negeri Surakarta diserahkan kepada Kantor Pendidikan Mangkunegaran Surakarta dibawah Kantor Baraya - Wiyata.

Nopember 1945; Para Pelajar berjuang di garis depan serta gedung sekolah SMT Manahan ditutup dan gedungnya digunakan untuk asrama Barisan Polisi Istimewa (BPI) yang anggotanya terdiri dari Pelajar SMT sendiri sedangkan para Guru dipekerjakan di Kantor Baraya - Wiyata dan diserahi tugas menerjemahkan Encyclopedia 16 volume.

Maret 1946; sekolah dibuka lagi dengan Kepala Sekolah IV Bp. Roespandji Atmowirogo.

Juni 1946; untuk pertama kalinya SMT Negeri menyelenggarakan ujian penghabisan dengan hasil yang dinyatakan lulus pertama kali diantaranya Ny. Djatikusumo dan Omar Dhani.

April 1946; dilaksanakan serah terima jabatan Kepala Sekolah Bp. Roespandji Atmowirogo yang diangkat menjadi Pejabat Residen Surakarta kepada Kepala Sekolah V Bapak Soepandam.

Juni 1947; diselenggarakan ujian penghabisan yang kedua dan Alumnus dinyatakan lulus antara lain: Prakoso, Achmadi, Suhendro, Padmosurasmo, dan Singgih Prawoto.

Pada saat itu SMT Negeri mempunyai 3 (tiga) jurusan yakni :

  • Jurusan A untuk Ilmu Sastra dan Budaya
  • Jurusan B untuk Ilmu Pasti dan Alam.
  • Jurusan C untuk Ilmu Ekonomi

Juli 1947; terjadi Clash 1 sehingga membuat pecah. Pelajar kembali meninggalkan bangku sekolah dengan kembali berjuang memanggul senjata. Gedung sekolah SMT Negeri yang digunakan Angkatan Laut dibawah pimpinan Achmad Yadau, sedang pelajar putri yang tidak berjuang belajar di pendapa rumah Bp. Parjatmo di Jl. Punggawan No. 10 Solo.

September 1947; sekolah mulai dibuka kembali dengan menggunakan gedung SMP Negeri II yang terletak di sudut barat daya Kraton Mangkunegaran. Para murid masuk siang hati pukul 13.30 sampai pukul 17.30

April 1948; gedung Sekolah SMT Negeri Manahan diserahkan kembali oleh Angkatan Laut.

Juni 1948; dilaksanakan ujian penghabisan yang ketiga dan siswa dinyatakan lulus diantaranya: Baiquni, Sihiman, Sri Hartati, dan Siti Aminah.

Pada tanggal 18 Desember 1948; saat Clash II pecah, ada instruksi dari komandan Komando Militer Kota yang dijabat oleh Achmadi (mantan pelajar SMT Negeri Solo) untuk membakar gedung sekolah namun yang terbakar hanya sebagian sekolah saja. Para murid kembali berjuang memanggul senjata.

Bulan Nopember 1949; Kepala Sekolah SMT Negeri Bp. Soepandam mendapat perintah dari Menteri Pendidikan dan Kebudayan untuk membuka kembali SMA Negeri A/B Solo, sedangkan Bp. Parjatmo dan Bp. Soemitro ditugaskan mencari gedung baru serta guru-gurunya. Ibu Awalin ditugaskan untuk menyelenggarakan pendaftaran para murid baik dari sekolah negeri maupun swasta.

Pada tanggal 15 Desember 1949; dibuka dengan resmi SMA Negeri A/B di Margoyudan Solo yang terdiri dari dua bagian, yaitu:

  • SMA Negeri A/B I dengan 12 kelas untuk murid biasa dan masuk pada pagi hari.
  • SMA Negeri A/B II dengan 2 kelas untuk murid bekas pejuang dan masuk pada siang/sore hari.

Kedua Sekolah dikelola oleh:

  • Kepala Sekolah            : Bp. Soepandam
  • Wakasek                         : Bp. Parjatmo dan Bp. Roespandji Atmowirogo
  • Guru tetap                     : 11 orang
  • Guru tidak tetap          : 10 orang
  • Tenaga Administrasi : Ibu Awalin cs

Juni 1950; diadakan ujian penghabisan yang keempat atau yang pertama di gedung Margoyudan, sedang murid yang dinyatakan lulus antara lain: Muso, Marsaid, dan Suripto.

Nopember 1950; para pelajar bekas pejuang mendesak dan memohan untuk dibukanya 6 (enam) kelas baru tambahan malam hari. Sebutan “Enam Kelas Baru” akhirnya dibuka dan digabungkan dengan SMA Negeri A/B II.

Pada tanggal 17 Agustus 1951; dibuka secara resmi SMA A/B Malam dengan nama SMA Negeri I Bagian malam yang terdiri dari 6 kelas. Maka sejak itu di luar Solo terdapat 3 SMA Negeri A/B II.

SMA Negeri A/B dibawah satu pimpinan, yaitu:

  • SMA Negeri A/B, yang sekarang dikenal dengan nama SMA Negeri 1 Solo.
  • SMA Negeri A/B II, yang dikenal dengan nama SMA Negeri 2 Solo.
  • SMA Negeri A/B I bagian malam, atau sekarang SMA Negeri 3 Solo.

Untuk memperkuat pengajaran Sekolah ini mendapat tenaga pengajar sebanyak 16 orang serta mendapat bantuan tenaga pengajar dari Mahasiswa Universitas Gajah Mada sebanyak 9 (sembilan) orang mahasiswa.

Pada tahun 1952; mulai dirintis pendidikan dengan menggunakan laboratorium Kimia, Fisika, Anatomi dan Fisiologi.

Tanggal 1 Agustus 1958; secara resmi dipecah ketiga sekolah inti dan diganti namanya:

  • SMA Negeri A/B  I menjadi SMA Negeri IB di pimpin oleh Bp. Soepandam.
  • SMA Negeri A/B II menjadi SMA Negeri IIA di pimpin oleh Bp. Pajatmo.
  • SMA Negeri A/B I bagian malam menjadi SMA Negeri IIIB dipimpin oleh Bp. Rospandji Atmowirogo. Selanjutnya Bp. Roespandji Atmowirogo menjadi Kepala Sekolah pertama SMA Negeri 3 Solo dan tanggal ini diresmikan menjadi lahirnya SMA Negeri III Surakarta.

Tanggal 1 Agustus 1960; pimpinan SMA Negeri III B diserahterimakan dari Bp. Roespandji Atmowirogo kepada Bp. Soemitro.

Tahun 1963; SMA Negeri III B diubah menjadi SMA Negeri III, mempunyai empat jurusan yaitu: Jurusan Ilmu Pasti, Alam, sosial, dan Budaya.

Widya Karma Jaya ditetapkan sebagai motto SMA Negeri 3 Surakarta sejak tanggal 2 Januari 1967 selanjutnya sebagai visi sekolah SMA Negeri 3 Surakarta sampai sekarang yang berarti unggul dalam ilmu dan perbuatan/budi pekerti.

Tanggal 30 Januari 1967 terjadi boyongan. Dari Jl. Margoyudan 56 solo pindah ke Jl. Warung Miri 90 (sekarang Jl. RE Martadinata 143. Gedung yang ditempati adalah bekas gedung SD SINTJUNG.

Tanggal 1 Desember 1965 Kepala Sekolah dijabat sementara oleh Bapak Soerarjo sampai dengan tanggal 1 Januari 1970, Hal ini dikarenakan Bapak Soemitro per tanggal 1 Desember 1969 dinyatakan Pensiun sedangkan penggantinya belum ditetapkan.

Tanggal 1 Juni 1970 diangkat Kepala Sekolah difinitif yaitu Bapak Drs. Singgih Prawoto.

Pada tahun 1975 oleh Pemerintah Kotamadia Surakarta dalam rangka pengembangan kampus diberikanlah sebuah tanah bekas makam Belanda/Kerkoff di Prof W.Z. Yohanes untuk bangunan Laboratorium Kimia dan Fisika.

Tanggal 29 Januari 1980 jabatan Kepala Sekolah diserahterimakan kepada Bapak Soeyono. Pada masa kepemimpinan beliau dibangun kampus kerkop untuk ruang kelas III dan Tanggal 22 Desember 1986 Kepala Sekolah digantikan oleh Bapak Drs. Sri Waloejo Mangoendikoro. Pembangunan Kampus Warung Miri menjadi 2 lantai di lokal utara. Tanggal 17 April 1993 Kepala sekolah digantikan oleh Bapak soegiman, Bsc.

Tanggal 1 Mei 1995 kembali Jabatan Kepala Sekolah diserahterimakan kepada Bapak Soekiman. Pembangunan fisik yang dilaksanakan diantaranya membangun fisik yang dilaksanakan diantaranya membangun gedung kerkop menjadi 2 lantai di bagian depan dan per tanggal 31 Oktober 1998 dinyatakan pensiun dan sebagai gantinya ditunjuk Bapa Drs. Kuswanto, MM dari tanggal 1 Nopember 1998 sampai dengan 6 April 1999.

Tanggal 6 April 1999 Bapak Drs Sediyono, MM secara resmi memangku jabatan selaku Kepala Sekolah sampai akhirnya tanggal 24 Mei 2001 beliau meninggal dunia karena sakit. Pada masa itu, Warung Miri diperbaiki atas bantuan Alumni SMA Negeri 3 Solo, Bapak Laksamana Widodo A.S, yang kala itu menjabat sebagai Panlima TNI.

Pada tanggal 26 Mei 2001 diangkat secara definitif Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Surakarta sebagai penggantinya yakni Bapak Drs. Kuswanto, MM.

Pada masa itu areal kampus Kerkop diperluas dan dimulai pembangunan masjid sekolah di Kerkop.

Tanggal 1 Mei 2004 Bapak Drs. Kuswanto, MM diangkat menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kotamadia Surakarta.

Akhirnya jabatan Kepala Sekolah diserahterimakan kepada Bapak Drs. H. Soenarso, MM pada tanggal 13 Juni 2004 sampai sekarang. Gerbong pembangunan kembali dilanjutkan dengan membangun 6 Lokal kelas dan lokal-lokal lain di lantai 2 kampus Kerkop sampai sekarang.

SALAM WIDYA KARMA JAYA!!!

Adopted from SMA Negeri 3 Surakarta Official Website

Comments

Feel free to leave a comment...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!
Oh ya, almost forgot, please write your name and your class-year at the end of your comment

You must be logged in to post a comment.