Bersepeda dan kaitannya dengan anggaran negara

May 31, 2009 by albert  
Filed under Alumni Aggregator

Berdebat soal ekonomi negara (terutama dalam kaitannya dengan soal neoliberalisme) sudah banyak kali dilakukan orang. Tapi apa hal nyata yang mau dilakukan untuk membuat negara ini jadi lebih baik?

Kemarin saya bersama beberapa teman bersepeda di seputaran Yogya. Dalam benak saya terpikir bahwa cukup dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, ada efek nyata atas anggaran negara yang bisa ditimbulkan.

1/ Konsumsi BBM

Saya mengamati bahwa biasanya orang menggunakan kendaraan bermotor untuk mengantar mereka menuju tempat kerja, sekolah, atau toko (termasuk mal dan pasar swalayan). Dan sebagian besar di antara tujuan tersebut dapat ditempuh dengan bersepeda, tidak harus dengan kendaraan bermotor. Dengan bersepeda, otomatis tingkat konsumsi BBM dapat ditekan, sehingga devisa negara yang dikeluarkan untuk penyediaan BBM dapat pula dikurangi.

2/ Anggaran untuk penyediaan dan perawatan jalan raya

Kendaraan bermotor, baik sepeda motor atau terlebih lagi mobil, membutuhkan ruang jalan yang lebih besar daripada sepeda. Selain itu, beban yang diterima jalan raya untuk penggunaan kendaraan bermotor lebih besar (beban lebih berat, harus mampu menanggung gerakan kendaraan yang lebih cepat). Dengan demikian, anggaran negara yang diserap untuk pengadaan dan perawatan jalan juga menjadi lebih besar. Ini dapat ditekan dengan meningkatkan penggunaan sepeda.

3/ Kesehatan masyarakat

Bersepeda jelas baik untuk kesehatan. Kesehatan penggunanya karena sekaligus berolahraga, juga kesehatan lingkungannya. Polusi jelas akan berkurang. Udara yang dihirup juga menjadi lebih bersih. Lalu apa kaitan kesehatan masyarakat dengan anggaran negara?

Dari beberapa kali bertemu dengan rekan yang bertugas di Puskesmas, saya menanyakan masalah kesehatan apa yang paling banyak dijumpai di Puskesmas. Jawabnya rata2 sama: ISPA (infeksi saluran pernafasan atas). Salah satu penyebab ISPA adalah menurunnya kualitas udara di lingkungan kita. Dengan bersepeda, tingkat polusi udara lebih rendah, udara menjadi lebih bersih, sehingga jumlah kasus ISPA dapat dikurangi. Akhirnya anggaran negara untuk mengatasi masalah ISPA juga dapat berkurang.

Ini cuma sekedar usulan sederhana, yang terpikir dan dituliskan begitu saja. Bagi yang berminat dengan data2 seperti: jumlah kendaraan bermotor dan panjang jalan raya di Indonesia, Anda dapat memperolehnya di website BPS (www.bps.go.id).

Sekedar catatan, saya juga belum lama ini (kembali) menggunakan sepeda (setelah terakhir rutin menggunakannya hampir 5 tahun yang lalu). Saya juga bukan (atau belum) merupakan anggota komunitas pengguna sepeda. Dan jelas, saya juga bukan pemilik toko sepeda :)

AKSEN ke-16 SMAGA

May 31, 2009 by Winarto  
Filed under SMAGA Dalam Berita

Tahun ini SMA 3 menggelar AKSEN yang ke-16 dengan tema sparkling of art. Tahun ini banyak yang beda dengan AKSEN yang lalu. Kalau dulu ada kontes modifikasi motor, sekarang diganti dengan lomba graffiti dan fotografi.

Workshop fotografi diadakan pada tanggal 1 Feb 09 di ruang multimedia SMA 3 kampus warung miri. Jumlah pesertanya mencapai 60 orang lebih. Workshop ini menginformasikan bagaimana cara memotret yang baik dan berestetika tinggi.

Di workshop ini para peserta juga dihadapkan pada kenyataan bahwa DSLR (Digital Single Lens Reflection) yang mahal. Namun apabila dioptimalkan penggunaanya maka hasilnyapun bernilai komersial yang juga lumayan. Workshop yang diadakan oleh OSIS SMA 3 dengan Le Stude ini cukup bermanfaat bagi siwa siswi yang berminat pada fotografi. Dalam kolaborasi dengan Le Stude, panitia AKSEN kali ini juga menyelenggarakan lomba foto. Lomba ini diminati oleh peserta baik pelajar atau mahasiswa dan umum. Setelah beberapa waktu, panitia mendapat 40 lebih foto yang bertema “Gentelness of Solo“. Penilaian foto dilakukan hari Jum’at 6 Feb 09 dengan juri Miftahdri SMA 3 dan tim Le Stude. Setelah mengalami penjurian akhirnya didapatkan juara yaitu dari kelas pelajar Kevin Wayudi sedangkan kategori umum ialah Haryo Setyo Praja.

Lomba ini dilaksanakan di lorong parkir sebelah selatan warung favorit siswa, Mbok No. Hari Sabtu 7 Feb 2009 jam 11 siang. Para seniman tembok dari seluruh dunia Surakarta. Berkumpul di SMA 3 untuk menentukan siapa sang juara pilih tanding dalam seni graffity. Suasana berubah mencekam saat jam menunjukkan pukul 2 siang. Para bomber berjibaku, berjuang memeras keringat, memeras otak membanting tulang dan membuat sebuah gambar yang bertema “culture of education

Para pendekar graffiti membentuk kelompok dengan anggota 3 orang. Mereka saling tolong-menolong dan membagi tugas. Banyak dari mereka berasal dari luar kota namun ada uga yang berasal dari Solo.

Akhirnya sang waktu memutuskan menghentikan pertandingan setelah para bomber bersenjata cat semprot, kuas dan alat lukis lain berjuang.

Akhirnya setelah berjibaku, pengumuman sang juara pun diumumkan dan hasilnya ialah:

  • Juara 1                       : Anto  ,Yogya
  • Juara2                        : RAW
  • Juara3                        : Hamba Allah

Walaupun para bomber lainya juga berkualitas ,namun tetap harus ada yang terbaik dari yang terbaik

Malam minggu sebelum puncak AKSEN, panitia memberi pemanasan dengan menggelar acara nonton bareng khusus untuk warga sendiri di Aula SMAN 3 Kampus Kerkoff. Siswa menyambut acara ini dengan antusias.

Pukul 19.00 sudah 100an anak berkumpul di aula untuk nonton film bareng. BARAKA adalah judul film tersebut. Film yang dibuat oleh Ron Fridee ini bercerita tentang peradaban. Peradaban di Bumi sangat beragam dan sangat berpengaruh dengan keadan alam.

Menurut beberapa sumber film dokumenter yang tanpa teks ini tergolong agak berat, sehingga belum sampai pada ending banyak penonton yang sudah meninggalkan tempat. Namun, para penikmat film dan peradaban menontonnya sampai akhir.

“Film ini juga menyimbolkan manusia dengan ayam-ayam, sehingga bagi yang dapat menangkap maksudnya, ia akan sedikit peduli dengan kehidupan banyak orang yang menonton”. Demikian kata Ipung, salah satu pemerhati kebudayaan.

Pada 8 Feb 09 pukul 09.00 pagi di panggung SMA N 3 Surakarta suasana agak ramai lalu naik beberapa anak muda yang menamakan grup mereka “WAR HEART”. Mereka menghentak SMA 3 sebelum pembukaan AKSEN di mulai. Anak-anak ikut berdansa menikmati lagu yang dibawakan oleh War Heart. Setelah itu acara dibuka dengan sambutan dari ketua pelaksana AKSEN yaitu saudara Ryan Adi Prakacita. Setelah itu pukul 09.20 acara dilanjutkan dengan pertunjukan dari anak-anak Pasukan tujuh belas atau yang lebih keren dengan sebutan PASJUB featuring dengan anak-anak tari tradisional berjalan dengan pelan namun pasti menuju panggung. Dan di panggung sudah menunggu Pak Ngadiyo untuk meresmikan AKSEN secara simbolis.

Jam 9.45 giliran study teater menunjukan aksi mereka. Pertunjukan mereka adalah musikalisasi puisi diiringi petikan gitar dari saudari Yoke. Sebuah pertunjukan yang cukup menarik.

Setelah itu giliran bagian perkusi menghentak SMA 3 dengan mejanya. Di lanjutkan dengan band guru “R Black” yang berpersonilkan Pak Supri ,Pak Bambang, Pak Kustiarjo dan lain-lain menyanyikan lagu yang menghibur para penikmat.

Agak siang acara battle antara para pemain musik yang handal dengan alatnya masing beradu di atas panggung mengasah skill mereka. Mereka sangat menghibur dengan penampilan yang sangat smart.

Giliran dari band Global Warming yang dikomandani Wisnu menyuguhkan lagu “terapi energi” dari St Loco. Dan setelah itu kolaborasi dari Kesenian Nasional yaitu band etnik “Sumber Rejeki”, paduan suara, Modern Dance dan tari tradisional yang tak kalah menarik.Pukul 11.40 giliran Dispenser On dan Kariga menambil alih panggung setelah itu break waktunya untuk Isoma. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan dari anak” MD sampai pukul 12.45.

Setelah itu dilanjutkan dengan penampilan band-band yang membuat kita berjingkrak-jingkrak. Tetapi pada saat Band Pecas Ndahe semuanya duduk dan tertawa melihat perform dari mereka yang sangat lucu. Saat waktu menunjukan pukul 16.30 saatnya bintang utama Alone At Last manggung. Band asal Bandung ini membawakan lagu yang bergenre Screamo. Lagu mengalir cepat menghentak-hentak dan penonton berjingkrak-jingkrak.Tak terasa lagu berakhir dan Berakhirlah AKSEN ke-16.

Itu bukti AKSEN SMA 3 tidak monoton para panitianya kreatif dengan ide”nya ,jadi tunggu AKSEN ke 17 !!

Disarikan dari SMAGA News

Good News from Indonesia

May 27, 2009 by albert  
Filed under Alumni Aggregator

Orang sering bilang, “Bad news are good news”. Tidak heran apa yang sering kita baca, lihat, dan dengar dari media tidak sedikit yang merupakan bad news. Bagi saya sendiri,bad news seringkali memang menarik untuk didengar, karena darinya saya merasa bisa belajar sesuatu, tahu bahwa ada sesuatu yang harus diperbaiki. Tapi, good news bagi saya lebih menarik lagi untuk didengar, darinya saya mendapat inspirasi untuk berbuat hal positif juga.

Kemarin malam, seorang teman bercerita soal sebuah blog yang berisi soal good news. Blognya bernama “Good News from Indonesia“. Saya berkunjung ke sana, dan mendapati banyak hal menarik dan positif soal Indonesia. Blog itu bercerita soal PT. Dirgantara Indonesia (tahu nama itu kan?) yang menerima pesanan pesawat dari beberapa negara; juga soal J.Co Donuts, perusahaan milik anak bangsa yang mampu berekspansi ke negara tetangga dengan bermodalkan donat; dokter termuda dari UGM tak lupa diliput juga.

Membaca blog tersebut, saya teringat dengan jurnalisme positif (istilah saya sendiri) lainnya. Kick Andy salah satu contohnya. Acara TV itu banyak menceritakan hal2 positif soal perjuangan manusia mengatasi tantangan hidupnya, ide2 dan inovasi2 anak muda Indonesia, dan banyak hal lainnya.

Saya rasa adalah baik bila kita bisa mulai bercerita lebih banyak lagi soal hal2 positif yang telah dicapai sesama warga bangsa. Berita positif akan menginspirasi pembacanya untuk tidak hanya sekedar membaca lagi, namun juga membuat berita positif lainnya.

Updated: baru saja menemukan situs Berita Baik dari Indonesia

Dari Margoyudan Ke Warung Miri Serta Kerkoff

May 24, 2009 by Winarto  
Filed under Profil Alumni

Pada bagian ini, tidak disajikan profil alumni, akan tetapi akan mencoba mengulas perjalanan sejarah SMA negeri III Surakarta dari masa ke masa. Melalui tulisan ini diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat untuk kita semua.

Perjalanan Panjang SMA Negeri 3 Surakarta

Awal berdirinya Sekolah Lanjutan Atas Negeri pertama dimulai bulan Agustus 1943. Pada saat itu (masa pendudukan Jepang) Bapak Mr. Widodo Sastrodiningrat sebagai Kepala Bagian Pendidikan Kasunanan Surakarta dan Pak Soetopo Adisepoetro sebagai Kepala Pendidikan Keresidenan Surakarta. Atas persetujuan pembesar Jepang dibukalah sekolah yang sederajat AMS (Algemene Middle-baar School).

Pada tanggal 3 Nopember 1943, diresmikan pembukaan sebuah Sekolah Lanjutan Atas yang diberi nama Sekolah Menengah Tinggi Negeri (SMT Negeri) bertempat di gedung yang sekarang dipakai Sekolah SMP Negeri 1 Surakarta dengan Kepala Sekolah Bapak Mr. Widodo Sastrodiningrat dengan Wakilnya Bapak S. Djajeng Soegianto.

SMT Negeri ini mempunyai dua kelas yaitu:

  • Kelas IA jurusan Sastra Budaya dengan 33 siswa.
  • Kelas IB Jurusan Pasti Alam mempunyai 34 siswa.

Kedua kelas itu diampu oleh 12 orang guru.

Berikut rekam jejak sejarah SMA N 3 Surakarta:

Agustus 1944; Jabatan Kepala sekolah diserah terima dari Mr. Widodo Sastrodiningrat kepada Bapak S. Djajeng Soegianto sebagai Kepala Sekolah ke II.

April 1945; terjadi serah terima jabatan Kepala Sekolah ke III dara Bapak S. Djajeng Soegianto kepada N. Barnami karena Bapak S. Djajeng Soegianto diangkat menjadi Kepala Sekolah SMP Puteri di Pasar Legi Solo.

Juli 1945; SMT Negeri Solo mendapat tambahan guru tetap sebanyak 5 orang sehingga seluruh guru yang mengajar ada 17 orang dan ini merupakan guru cikal bakal SMT/SMA Negeri Surakarta.

Adapun nama-nama Guru SMT/SMA Negeri Surakarta :

  • Bp. Ismusubroto (Bhs Indon)
  • Bp. Soetardjo (Ilmu Alam)
  • Bp. B. Soeparno (Bhs Indon)
  • Ibu Sri Peni (Ilmu Hayat)
  • Ibu Poppy Saleh (Ilmu Ekonomi dan Tata Negara)

Setelah Indonesia Merdeka
Akhir dari Perang Dunia II dan pasca Indonesia memerdekakan diri tanggal 17 Agustus 1945, SMT Negeri Surakarta diserahkan kepada Kantor Pendidikan Mangkunegaran Surakarta dibawah Kantor Baraya - Wiyata.

Nopember 1945; Para Pelajar berjuang di garis depan serta gedung sekolah SMT Manahan ditutup dan gedungnya digunakan untuk asrama Barisan Polisi Istimewa (BPI) yang anggotanya terdiri dari Pelajar SMT sendiri sedangkan para Guru dipekerjakan di Kantor Baraya - Wiyata dan diserahi tugas menerjemahkan Encyclopedia 16 volume.

Maret 1946; sekolah dibuka lagi dengan Kepala Sekolah IV Bp. Roespandji Atmowirogo.

Juni 1946; untuk pertama kalinya SMT Negeri menyelenggarakan ujian penghabisan dengan hasil yang dinyatakan lulus pertama kali diantaranya Ny. Djatikusumo dan Omar Dhani.

April 1946; dilaksanakan serah terima jabatan Kepala Sekolah Bp. Roespandji Atmowirogo yang diangkat menjadi Pejabat Residen Surakarta kepada Kepala Sekolah V Bapak Soepandam.

Juni 1947; diselenggarakan ujian penghabisan yang kedua dan Alumnus dinyatakan lulus antara lain: Prakoso, Achmadi, Suhendro, Padmosurasmo, dan Singgih Prawoto.

Pada saat itu SMT Negeri mempunyai 3 (tiga) jurusan yakni :

  • Jurusan A untuk Ilmu Sastra dan Budaya
  • Jurusan B untuk Ilmu Pasti dan Alam.
  • Jurusan C untuk Ilmu Ekonomi

Juli 1947; terjadi Clash 1 sehingga membuat pecah. Pelajar kembali meninggalkan bangku sekolah dengan kembali berjuang memanggul senjata. Gedung sekolah SMT Negeri yang digunakan Angkatan Laut dibawah pimpinan Achmad Yadau, sedang pelajar putri yang tidak berjuang belajar di pendapa rumah Bp. Parjatmo di Jl. Punggawan No. 10 Solo.

September 1947; sekolah mulai dibuka kembali dengan menggunakan gedung SMP Negeri II yang terletak di sudut barat daya Kraton Mangkunegaran. Para murid masuk siang hati pukul 13.30 sampai pukul 17.30

April 1948; gedung Sekolah SMT Negeri Manahan diserahkan kembali oleh Angkatan Laut.

Juni 1948; dilaksanakan ujian penghabisan yang ketiga dan siswa dinyatakan lulus diantaranya: Baiquni, Sihiman, Sri Hartati, dan Siti Aminah.

Pada tanggal 18 Desember 1948; saat Clash II pecah, ada instruksi dari komandan Komando Militer Kota yang dijabat oleh Achmadi (mantan pelajar SMT Negeri Solo) untuk membakar gedung sekolah namun yang terbakar hanya sebagian sekolah saja. Para murid kembali berjuang memanggul senjata.

Bulan Nopember 1949; Kepala Sekolah SMT Negeri Bp. Soepandam mendapat perintah dari Menteri Pendidikan dan Kebudayan untuk membuka kembali SMA Negeri A/B Solo, sedangkan Bp. Parjatmo dan Bp. Soemitro ditugaskan mencari gedung baru serta guru-gurunya. Ibu Awalin ditugaskan untuk menyelenggarakan pendaftaran para murid baik dari sekolah negeri maupun swasta.

Pada tanggal 15 Desember 1949; dibuka dengan resmi SMA Negeri A/B di Margoyudan Solo yang terdiri dari dua bagian, yaitu:

  • SMA Negeri A/B I dengan 12 kelas untuk murid biasa dan masuk pada pagi hari.
  • SMA Negeri A/B II dengan 2 kelas untuk murid bekas pejuang dan masuk pada siang/sore hari.

Kedua Sekolah dikelola oleh:

  • Kepala Sekolah            : Bp. Soepandam
  • Wakasek                         : Bp. Parjatmo dan Bp. Roespandji Atmowirogo
  • Guru tetap                     : 11 orang
  • Guru tidak tetap          : 10 orang
  • Tenaga Administrasi : Ibu Awalin cs

Juni 1950; diadakan ujian penghabisan yang keempat atau yang pertama di gedung Margoyudan, sedang murid yang dinyatakan lulus antara lain: Muso, Marsaid, dan Suripto.

Nopember 1950; para pelajar bekas pejuang mendesak dan memohan untuk dibukanya 6 (enam) kelas baru tambahan malam hari. Sebutan “Enam Kelas Baru” akhirnya dibuka dan digabungkan dengan SMA Negeri A/B II.

Pada tanggal 17 Agustus 1951; dibuka secara resmi SMA A/B Malam dengan nama SMA Negeri I Bagian malam yang terdiri dari 6 kelas. Maka sejak itu di luar Solo terdapat 3 SMA Negeri A/B II.

SMA Negeri A/B dibawah satu pimpinan, yaitu:

  • SMA Negeri A/B, yang sekarang dikenal dengan nama SMA Negeri 1 Solo.
  • SMA Negeri A/B II, yang dikenal dengan nama SMA Negeri 2 Solo.
  • SMA Negeri A/B I bagian malam, atau sekarang SMA Negeri 3 Solo.

Untuk memperkuat pengajaran Sekolah ini mendapat tenaga pengajar sebanyak 16 orang serta mendapat bantuan tenaga pengajar dari Mahasiswa Universitas Gajah Mada sebanyak 9 (sembilan) orang mahasiswa.

Pada tahun 1952; mulai dirintis pendidikan dengan menggunakan laboratorium Kimia, Fisika, Anatomi dan Fisiologi.

Tanggal 1 Agustus 1958; secara resmi dipecah ketiga sekolah inti dan diganti namanya:

  • SMA Negeri A/B  I menjadi SMA Negeri IB di pimpin oleh Bp. Soepandam.
  • SMA Negeri A/B II menjadi SMA Negeri IIA di pimpin oleh Bp. Pajatmo.
  • SMA Negeri A/B I bagian malam menjadi SMA Negeri IIIB dipimpin oleh Bp. Rospandji Atmowirogo. Selanjutnya Bp. Roespandji Atmowirogo menjadi Kepala Sekolah pertama SMA Negeri 3 Solo dan tanggal ini diresmikan menjadi lahirnya SMA Negeri III Surakarta.

Tanggal 1 Agustus 1960; pimpinan SMA Negeri III B diserahterimakan dari Bp. Roespandji Atmowirogo kepada Bp. Soemitro.

Tahun 1963; SMA Negeri III B diubah menjadi SMA Negeri III, mempunyai empat jurusan yaitu: Jurusan Ilmu Pasti, Alam, sosial, dan Budaya.

Widya Karma Jaya ditetapkan sebagai motto SMA Negeri 3 Surakarta sejak tanggal 2 Januari 1967 selanjutnya sebagai visi sekolah SMA Negeri 3 Surakarta sampai sekarang yang berarti unggul dalam ilmu dan perbuatan/budi pekerti.

Tanggal 30 Januari 1967 terjadi boyongan. Dari Jl. Margoyudan 56 solo pindah ke Jl. Warung Miri 90 (sekarang Jl. RE Martadinata 143. Gedung yang ditempati adalah bekas gedung SD SINTJUNG.

Tanggal 1 Desember 1965 Kepala Sekolah dijabat sementara oleh Bapak Soerarjo sampai dengan tanggal 1 Januari 1970, Hal ini dikarenakan Bapak Soemitro per tanggal 1 Desember 1969 dinyatakan Pensiun sedangkan penggantinya belum ditetapkan.

Tanggal 1 Juni 1970 diangkat Kepala Sekolah difinitif yaitu Bapak Drs. Singgih Prawoto.

Pada tahun 1975 oleh Pemerintah Kotamadia Surakarta dalam rangka pengembangan kampus diberikanlah sebuah tanah bekas makam Belanda/Kerkoff di Prof W.Z. Yohanes untuk bangunan Laboratorium Kimia dan Fisika.

Tanggal 29 Januari 1980 jabatan Kepala Sekolah diserahterimakan kepada Bapak Soeyono. Pada masa kepemimpinan beliau dibangun kampus kerkop untuk ruang kelas III dan Tanggal 22 Desember 1986 Kepala Sekolah digantikan oleh Bapak Drs. Sri Waloejo Mangoendikoro. Pembangunan Kampus Warung Miri menjadi 2 lantai di lokal utara. Tanggal 17 April 1993 Kepala sekolah digantikan oleh Bapak soegiman, Bsc.

Tanggal 1 Mei 1995 kembali Jabatan Kepala Sekolah diserahterimakan kepada Bapak Soekiman. Pembangunan fisik yang dilaksanakan diantaranya membangun fisik yang dilaksanakan diantaranya membangun gedung kerkop menjadi 2 lantai di bagian depan dan per tanggal 31 Oktober 1998 dinyatakan pensiun dan sebagai gantinya ditunjuk Bapa Drs. Kuswanto, MM dari tanggal 1 Nopember 1998 sampai dengan 6 April 1999.

Tanggal 6 April 1999 Bapak Drs Sediyono, MM secara resmi memangku jabatan selaku Kepala Sekolah sampai akhirnya tanggal 24 Mei 2001 beliau meninggal dunia karena sakit. Pada masa itu, Warung Miri diperbaiki atas bantuan Alumni SMA Negeri 3 Solo, Bapak Laksamana Widodo A.S, yang kala itu menjabat sebagai Panlima TNI.

Pada tanggal 26 Mei 2001 diangkat secara definitif Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Surakarta sebagai penggantinya yakni Bapak Drs. Kuswanto, MM.

Pada masa itu areal kampus Kerkop diperluas dan dimulai pembangunan masjid sekolah di Kerkop.

Tanggal 1 Mei 2004 Bapak Drs. Kuswanto, MM diangkat menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kotamadia Surakarta.

Akhirnya jabatan Kepala Sekolah diserahterimakan kepada Bapak Drs. H. Soenarso, MM pada tanggal 13 Juni 2004 sampai sekarang. Gerbong pembangunan kembali dilanjutkan dengan membangun 6 Lokal kelas dan lokal-lokal lain di lantai 2 kampus Kerkop sampai sekarang.

SALAM WIDYA KARMA JAYA!!!

Adopted from SMA Negeri 3 Surakarta Official Website

Belajar Hari Ini

May 24, 2009 by Winarto  
Filed under Banyolan

Seorang anak yg baru saja masuk sekolah dasar, ketika pulang sekolah ditanya oleh ibunya : “Belajar apa kau hari ini nak?”

“Belajar menulis bu..”, jawab sang anak.

“Apa yg kau tulis nak ?” tanya ibu.

“Tidak tau bu, karena saya belum belajar membaca.”

??!!!!!

Sumber: Ketawa.com

Dadar Gulung Udang (La Tieng)

May 13, 2009 by akhagi cyber  
Filed under Alumni Aggregator


Sumber : Aneka Masakan Asean-Hengky Runtuwene

Bahan-Bahan : 200 gram udang putih, dikupas kulitnya
3 butir telur ayam
2 batang daun ketumbar
1 sendok teh lada hitam halus
2 batang daun seledri
2 siung bawang putih
5 lembar daun ketumbar
3 buah cabai merah
2 batang daun bawang putih
Garam dan lada secukupnya
Minyak goreng secukupnya

Cara Mengolah :  
Membuat Dadar (untuk kulit):
1. Kocok telur dalam sebuah pinggan, sambil terus dikocok masukkan 3 sendok makan air, garam dan lada secukupnya.
2. Kemudian buatlah dadar telur tipis-tipis menjadi beberapa buah. Sisihkan.

Membuat isi:
1. Bawang putih dan udang yang telah dikupas dicincang. 
2. Batang daun ketumbar, daun bawang dan daun seledri diiris kecil-kecil.
3. Cabai merah diiris tipis memanjang. 
4. Tumis semua bahan tersebut sampai harum.
5. Masukkan lada hitam, garam dan lada secukupnya.
6. Setelah matang angkat.

Membuat Dadar Gulung:
1. Ambil 1 lembar telur dadar
2. Letakkan adonan isi sebanyak 1-2 sendok makan di atas lembaran dadar telur.
3. Gulung rapat seperti membuat kue dadar.
4. Lakukan untuk semua bahan dadar telur dan adonan isi terpakai seluruhnya.
5. Setelah itu potong-potong dadar

Semakin tinggi dan penting jabatan, semakin sulit mengambil keputusan

May 12, 2009 by albert  
Filed under Alumni Aggregator

Membaca judul itu sekilas, saya yakin banyak dari kita yang merasa sudah menyadari hal itu. Awalnya saya juga merasa demikian. Namun ketika saya mengikuti pemberitaan soal pemilihan cawapres bagi SBY, saya mendadak tersadar bahwa soal mengambil keputusan ini tidak sesulit yang mulanya saya bayangkan, tapi jauh lebih sulit dari itu.

Semakin tinggi dan penting suatu jabatan, proses pengambilan keputusan akan semakin melibatkan banyak faktor. Ada banyak pula kemungkinan, peluang dan resiko, yang mesti ditimbang sangat matang. Saya sebagai kepala keluarga misalnya, jika saya mengambil keputusan untuk berpindah pekerjaan, faktor keluarga tentu saya harus pertimbangkan. Apakah pekerjaan baru itu mampu lebih menghidupi keluarga saya? Apakah istri mendukung? Bagaimana pandangan orang dan keluarga besar terhadap pekerjaan itu? Kira2 seperti itulah. Akan sedikit berbeda misalnya, jika saya sebagai ketua RT harus menyelesaikan masalah adanya beberapa PKL yang mangkal di lingkungan saya. Apakah yang saya putuskan menyelesaikan persoalan bagi mereka yang merasa terganggu saja, atau juga memberikan ketentraman bagi seluruh warga RT saya? Apakah ada pihak yang terganggu jika PKL tersebut pindah dari lingkungan RT saya (selain PKL tersebut tentunya)? Apakah dengan pindahnya PKL tersebut dapat memunculkan kemungkinan adanya gangguan dari pihak yang tidak suka dengan keputusan itu? Proses pengambilan keputusan menjadi tidak sederhana lagi.

Di tingkat yang lebih tinggi, saya mencoba mengambil contoh kasus lumpur Sidoarjo. Dari yang terbaca di media massa, masyarakat banyak jelas berharap pemberian ganti rugi korban dilakukan secepatnya oleh Lapindo, yang dianggap bertanggung jawab atas persoalan ini. Namun di sisi lain, terlihat juga bahwa pemberian ganti rugi tidak tepat jadwal. Muncul pertanyaan di benak saya, apakah bagi mereka yang duduk di posisi pemerintah masalahnya sesederhana seperti yang dilihat oleh masyarakat banyak: Lapindo mengebor, bukan minyak yang muncul tapi lumpur, lumpur meluber hingga ke permukiman di sekitarnya, Lapindo harus memberi ganti rugi? Bila pemerintah menekan Lapindo untuk segera menyelesaikan urusan ganti rugi, apakah akan ada dampak atas dukungan parlemen untuk pemerintah? Bila benar ada dampak semacam itu, apakah dalam skala luas masyarakat akan menerima dampak baik atau buruk? Apakah kebijakan lain yang mungkin dirasa baik oleh masyarakat, katakanlah misalnya BLT (dengan segala kekurangan dan kritik atasnya), akan terpengaruh juga pelaksanaannya?

Contoh lain yang mungkin lebih up-to-date adalah soal pemilihan cawapres untuk SBY. Benar bahwa Partai Demokrat memiliki bekal suara di parlemen cukup besar, tapi apakah cukup untuk memberikan jaminan stabilitas jalannya pemerintahan? Pemilihan cawapres bisa jadi berperan penting dalam menentukan stabilitas jalannya pemerintahan. Semua manuver2 yang terjadi belakangan ini — yang bagi kita masyarakat banyak tampak seperti tidak konsistennya partai2 tersebut dalam menentukan posisi masing2 — bisa jadi sebenarnya adalah ajang bagi partai2 tersebut untuk mengukur dan menguji apakah keputusan2 yang akan diambil sudah yang terbaik, yang mampu mencakup semua faktor yang harus dipertimbangkan.

Bagi saya, pemangku jabatan yang baik adalah mereka yang mampu menimbang banyak faktor tersebut dengan baik, untuk menghasilkan keputusan yang sebisa mungkin memenuhi rasa keadilan dan kebutuhan semua pihak. Dan tidak hanya itu, mereka juga sebaiknya mampu mengkomunikasikan dengan baik semua pertimbangan tersebut kepada publik.

NB: Saya tidak dalam posisi menentukan benar salahnya Lapindo, ataupun pemerintah dalam menanggapi kasus Lapindo. Kasus tersebut hanya sekedar contoh untuk menunjukkan betapa sulit dan rumitnya proses pengambilan keputusan bagi mereka yang memegang jabatan tinggi dan penting. Saya juga tidak berpendapat stabilitas adalah segala2nya, sedemikian pentingnya sehingga perlu diadakan dengan mengorbankan hal2 lain yang tidak kalah pentingnya.

International Business Strategy Competition

May 9, 2009 by jeferykusnadi  
Filed under Alumni Aggregator

http://careersmart.clicknsmart.com/?p=235

International Business Strategy Competition

May 9, 2009 by jeferykusnadi  
Filed under Alumni Aggregator

http://mathforsuccess.clicknsmart.com/?p=235

IMFAS 2009

May 8, 2009 by wikarya  
Filed under Alumni Aggregator

Comments Off


Inilah Lomba Matematika dan Fisika paling bergengsi se-Jateng dan DIY. So,,buaT kalian-kalian murid SMP jangan sampe ketinggalan untuk ikut disini.
Untuk info selengkapnya tentang Invitasi Matematika dan Fisika atau yang kerap kita sebut IMFAS,,kami admin wikarya telah menyediakan beberapa file yang berisi tentang informasi-informasi IMFAS serta formulir yang nantinya dapat dikirimkan ke e-mail IMFAS yaitu imfassman3_slo@yahoo.com
Ow y!!!jangan lupa juga…panitia juga nyiapin fasilitas pembayaran kontribusi pendaftaran peserta via transfer yang telah dijelaskan pada file tersebut. Dan jika akan download file itu,,

KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD

Next Page »