Membangun Kapasitas, Merajut Trust

October 22, 2008 by cbudiyanto  
Filed under Alumni Aggregator

Sungguh menyenangkan, dari sekian bulan tulisan-tulisan saya publikasikan melalui blog yang sekadarnya ini, telah memperoleh respon dari para praktisi bisnis terhadap rangkaian tulisan saya. Beberapa orang menyatakan ketertarikannya dengan sharing hal-hal hebat - yang belum pernah terpikirkan oleh saya sebelumnya.

Seorang bapak di tangerang, menyatakan telah membina petani di daerah Serang dan Purwodadi. Bapak yang lain, menelepon saya malam-malam menyatakan memiliki binaan di daerah Kendal, yang beralih ke Porang karena lahan petani binaannya kian hari semakin tertutup naungan daun pohon tegakan. Ada juga yang mengontak saya dari Banyuwangi, Gresik, Jember, dan lain-lain.

Yang cukup membanggakan adalah, rasanya potensi yang selama ini seakan-akan tenggelam, karena simpang-siur informasi serapan pasar dan jalur pemasaran, ketidak tahuan atas jenis yang diperdagangkan, telah mengerucut dan semoga bisa menjadi solid dengan informasi yang valid, beserta data pendukung, dan fakta di lapangan. Kontak-kontak yang saya miliki akan menjadi basis jaringan produksi, dengan kapasitas yang jauh lebih besar, dibanding dengan jika berjalan sendiri-sendiri.

Informasi-informasi yang disajikan dalam blog ini, diharapkan bisa memberikan gambaran yang lebih pasti, bahwa pasar porang benar-benar ada. Untuk menghindarkan para pemain baru dari permainan harga para spekulan - yang seringkali sama sekali tidak mengenali produk yang mereka minta - tetapi permintaan tersebut akan menciptakan demand semu yang beresiko pada kenaikan harga yang gila-gilaan pada level broker, yang ujungnya bsia mematikan pasar sendiri.

Perlu diiingat juga, ketika kapasitas produksi telah berhasil kita tingkatkan, ada masanya ketika pasar akan menjadi lebih selektif - tentunya pasar akan memilih pasokan dengan kualitas yang lebih standard dan konsisten. Karena itu, mulai dari sekarang senyampang budidaya baru dimulai, mari kita mulai mempersiapkan kualitas terbaik yang bisa kita berikan. Dengan cara komitmen menentukan parameter-parameter produksi, dan konsisten dalam implementasinya.

Porang, Mighty but Simple

October 18, 2008 by cbudiyanto  
Filed under Alumni Aggregator

Air hujan dan musim penghujan menjadi idaman bagi petani porang. Karena menjadi penanda dimulainya harapan baru, dimana bibit porang bersemi. Diawali dengan tunas memerah pada umbi porang, lalu batang tunggal porang menembus permukaan tanah dengan helaian daunnya yang menguncup. Dan selang beberapa hari, mengembanglah tajuk daun porang, membentuk batang yang sempurna.

Karena baru mulai menanam tahun ini, saya benar-benar menghayati betapa exciting nya saya sebagai petani mengikuti pertumbuhan ‘bayi’ yang baru tumbuh ini. Setiap hari helaian daun saya belai, mencari-cari jika hal-hal baru muncul. atau sekedar mengelap permukaannya dari debu atau kotoran yang menempel, konyol memang, tapi rasa yang membuncah tidak bisa diabaikan.

Dari pengalaman, sejauh ini porang adalah tanaman yang sederhana. Karena sama sekali tidak memerlukan perawatan, bahkan pemupukan adalah hal yang mewah bagi dia. Dia juga tanaman yang perkasa, karena - sejauh ini - belum diketahui hama yang bisa menyebabkan porang tidak sehat hingga mati. Dalam habitat aslinya - di hutan-hutan - porang tumbuh liar tanpa sentuhan pupuk ataupun insektisida.

Tetapi seperti kita tahu, pemberian pupuk sangat banyak bermanfaat untuk mempercepat perkembangan porang, terutama mensiasati siklus hidup porang yang rata-rata 6 bulanan. Sehingga masa panen porang yang secara alamiah baru tercapai pada tahun ketiga dengan berat individual umbi melebihi 2 kg, bisa dipercepat.

KESUKSESAN

October 16, 2008 by Rachmad Hakim  
Filed under Alumni Aggregator

Semua orang pasti ingin sukses. Lantas apakah sebenarnya kesuksesan itu?
Dalam bahasa sehari-hari, sukses berarti berhasil meraih apa yang menjadi tujuan. Berikut adalah beberapa definisi kesuksean:
To manage to do what is planned or attempted; to realize a goal, especially to gain fame, wealth, or power (Microsoft® Encarta® 2009)
Attainment of something desired or attempted, accomplishment, prosperity, fame (Babylon Pro)

Dari definisi-definisi di atas terdapat satu kesamaan, yaitu adanya ada dua komponen kesuksesan:
1. Tujuan. Tujuan merupakan hasil yang kita inginkan. Oleh para pakar self development, tujuan hidup biasanya akan dibagi menjadi beberapa area. Yang paling utama adalah keuangan (wealth), kesehatan (health), dan hubungan (relationship).
2. Berhasil meraih tujuan. Sukses hanya terjadi jika tujuan di area-area tersebut berhasil diwujudkan menjadi kenyataan.

Cara pandang kesukesan ini mempunyai kelebihan:
1. Dengan memiliki tujuan yang jelas, usaha yang kita lakukan akan lebih efisien, terarah dan sistematis. Apalagi jika dituliskan dan selalu diingat sehingga berhasil masuk ke alam bawah sadar (sub conscious).
2. Seandainya tujuan yang ditetapkan dan usaha yang dilakukan kita kurang tepat, maka lebih mudah disadari dan dipebaiki secara berkesinambungan.

MENGARTIKAN KEMBALI KESUKSESAN
Ada yang tidak selalu kita sadari dalam hidup, yaitu kita hanya hidup saat ini saja (now and here). Perspektif manusia tentang masa lalu (past) dan masa depan (future) hanyalah semu, karena masa lalu dan masa depan selalu terjadi di saat ini (present).

Ada cerita menarik tentang seorang guru yang bertanya pada muridnya: Di manakah tempat paling jauh? Beberapa murid ada yang menjawab bulan. Tetapi apakah jawaban sang guru? Tempat paling jauh adalah waktu yang telah berlalu. Cara pandang itu sudah mendekati kebenaran. Masa lalu memang tidak bisa dijangkau. Bukan karena terlalu jauh, tetapi karena masa lalu memang sudah tidak ada lagi.

Kembali lagi dengan cara pandang bahwa hidup hanya terjadi saat ini, maka kesuksesan harus terjadi di saat ini. Kesuksesan tidak bisa terjadi nanti, meskipun tujuan kita sudah tercapai. Dengan kata lain, kita tidak mungkin sukses di masa depan (become success), namun kita hanya bisa sukses di saat ini (being success).

Dengan perspektif ini, arti kesuksesan perlu didefinisikan ulang agar berbasis saat ini (now). Bukan berbasis nanti jika tujuan kita sudah tercapai. Anjuran saya tentang arti kesuksesan adalah:

Menerima kondisi saat ini dan konsisten berusaha melakukan hal yang sudah kita tetapkan untuk dilakukan dalam rangka mencapai tujuan yang kita anggap baik.

Dari definisi di atas terdapat dua komponen utama:
1. Tidak menolak (not rresist) situasi apapun yang terjadi saat ini.
Meskipun hasil tidak sesuai dengan harapan minimal sekalipun, kita tetap harus menerima kondisi tersebut secara bulat dan ikhlas. Setelah itu, baru dilakukan upaya untuk memperbaiki dan mencegahnya terulang kembali. Penolakan terhadap kondisi yang dialami berarti menolak saat ini dan kehidupan kita sendiri.
2. Berusaha melakukan hal yang sudah kita tetapkan dalam rangka mencapai tujuan.
Kesuksesan tidak perlu dikaitkan dengan hasil secara langsung. Meskipun hasil yang diinginkan belum tercapai, asalkan kita tetap berusaha dengan optimal, berarti kita telah sukses. Namun demikian, kita harus tetap waspada dengan keefektifan rencana-rencana kita dengan selalu melakukan kalibrasi dengan hasilnya.

Cara pandang baru ini mempunyai kelebihan:
1. Kita tidak perlu takut melakukan kesalahan. Kegagalan terjadi bukan karena hasil tidak sesuai dengan keinginan, namun karena kita berhenti berusaha atau menolak hasil yang tidak sesuai dengan harapan.
2. Kita mengubah orientasi hidup dari mendapatkan hasil di masa depan, menjadi menikmati setiap saat dalam hidup. Dengan demikian, sikap mental untuk mengganti yang ada saat ini dengan sesuatu yang lebih baik di masa depan dapat dihindari.
3. Membantu kita lebih bersyukur. Kita tidak melulu hanya melihat sesuatu yang ingin kita raih, namun juga melihat semua hal yang sudah kita dapatkan.

Arti Sukses

October 16, 2008 by mujtahid  
Filed under Alumni Aggregator

Ketika sekitar tahun 80an kota2 lain memilih jargon : tersenyum berseri, dll yang berkonotasi dengan kabersihan, Wonogiri memilih semboyan yang agak nyeleneh dari kebiasaan : sukses, lengkapnya : Wonogiri Sukses. Waktu itu dipikiran seorang remaja seperti saya agak kecewa dengan pilihan semboyan seperti itu tapi sekarang saya tahu betapa wong wonogiri pada waktu itu telah melompat jauh kedepan dengan memilih semboyan sukses. Tersembunyi tekad dan semangat untuk menjadi yang terbaik, menjadi pribadi yang sukses di segala bidang.
Kemudian saya merenung apa arti sukses bagi seseorang. Pikiran sempit akan mengatakan bahwa kesuksesan seseorang diukur dari tingginya pendidikan atau banyaknya harta yang telah dikumpulkan. Dengan berjalannya waktu saya jadi berpendapat bahwa ukuran sukses seperti itu sudah ketinggalan jaman. Sukses seseorang adalah jika anda menekuni, menikmati dan berbahagia dengan profesi yang anda geluti, apapun profesi itu. Masalah imbalan akan datang dengan sendirinya, bahkan bila imbalanpun tidak mengikutinya. Jadi bila saya pulang kampung mendengar cerita tentang teman2 masa kecil saya ada yang jadi birokrat, guru, pedagang beras, pedagang pakaian, usaha angkutan, bercocok tanam, wartawan, dosen … saya sungguh berbahagia. Teman2ku telah banyak yang sukses dengan profesi yang mereka pilih karena mereka sangat menikmati pekerjaanya.
Saya punya teman-teman istimewa yang menginspirasiku sejak waktu saya masih kecil, bagaikan Ikal terinspirasi oleh Lintang dalam “Laskar Pelangi”. Pribadi-pribadi istimewa yang saya yakin mereka nanti akan sukses nantinya, apapun pilihan profesi mereka nantinya. Teman-teman yang saya bilang “orang-orang multi talenta”. Mereka pandai dan pintar, tapi dengan “kesadaran sendiri” tidak ingin menduduki posisi puncak menjadi ranking 1, 2 atau 3 walaupun saya yakin seyakin-yakinnya kalau mereka mampu. Saya yang sibuk berburu ranking (karena didesak oleh situasi dan kondisi) pada waktu itu sebetulnya menyesal karena banyak ‘hal-hal menarik lain diluar sana” tidak sempat tersentuh, padahal minat-minat lain seperti itulah yang akan memperkaya batin dan bekal kita yang akan bisa digunakan untuk melawan hidup dihari2 mendatang. Dan saya tidak kaget kalau teman2 ku yang “berburu ranking” termasuk saya tidak jauh2 profesinya dari dosen, peneliti atau birokrat, profesi yang menurutku aman (Tanpa mengurangi rasa hormatku pada Nasih Widya Yuwono dan Alfi Satriadi). Hormatku pada Bambang Tri Subeno, Bambang Supriyadi dan Setyawan Purnomo Sakti, saya tahu anda adalah orang yang sukses dengan banyak bakat yang anda miliki. Terimakasih teman2, pengalaman itu sekarang saya jadikan referensi untuk mendidik anak2 saya. Saya jadi tidak menuntut apapun pada anak2ku, berkembanglah sesuka hatimu dimana nasib akan membawamu.
Jadi saya akan sangat sedih kalau masih ada perasaan bahwa si A tidak merasa sukses karena “belum punya apa-apa” dan misalnya merasa “hanya jadi bakul di pasar Wonogiri”, sehingga menjadi minder untuk bertemu dengan teman lama. Yakinlah bahwa anda adalah pribadi yang sukses jika anda bangga dan menikmati jadi bakul di pasar atau apapun profesi anda. Dari kecil waktu masih blusukan di pasar Wonogiri saya sudah kagum pada mbok2 3 serangkai penjual sambal cabuk. Mereka adalah orang2 yang sukses menurut ukuran saya, dengan setianya menekuni dan menikmati profesinya berjualan sambal cabuk diatas tenggok dan tampah, walaupun mungkin imbalan yang layak tidak menghampirinya. Tapi saya dengar bahkan pak Hartopun mendatangkan cabuk dari mereka.
Wonogiri sukses, sukseslah tanah airku beserta orang2 yang mereguk air dari bumimu.

SALAM KENAL

October 15, 2008 by mujtahid  
Filed under Alumni Aggregator

Masa kecil di Wonogiri yang kata orang-orang gersang dan tandus , namun ajaibnya mampu menimbulkan kebanggaan sebagai wong wonogiri yang senantiasa rindu pada tanah dan airnya… perasaan minder dan rendah diri yang menghinggapi orang2nya … tak terkecuali aku. Tapi justru dari situlah timbul tekad dan semangat untuk menjadi yang terbaik … dan menurutku pencapaianku sampai saat ini tidaklah buruk-buruk amat. Hal ini terjadi karena setiap jenjang pendidikanku aku selalu bertemu dengan pribadi-pribadi yang istimewa … guru2 yang tak terbalas jasanya.
Masa-masa TK tidaklah banyak kuingat guru2nya… maafkan aku bu guru, padahal engkaulah peletak pondasi pendidikanku. Kemudian SD 3 Wonogiri yang saat itu favorit untuk tingkat kota kecilku dengan guru2nya yang istimewa, terutama pak Geger Satijo dan pak Ahmed Sudiyatmo … jasamu benar-benar tak terbalas. Beliau2 bukan hanya sebagai pengajar, tapi adalah pendidik dalam arti yang sebenar-benarnya : mengayomi, menyayangi dan memberi semangat bahwa kita pasti bisa. Kemudian ke SMP 1 Wonogiri, diantara sekian banyak guru yang istimewa, terselip mutiara pak PA Pandoyo yang galaknya minta ampun. Namun dibalik kegalakannya terlihat tekadnya untuk membuat muridnya (terutama yang saya rasakan) maju dengan mendorong untuk banyak membaca … apa saja yang bisa dibaca. Selanjutnya untuk mendapat pendidikan yang lebih baik saya merantau ke SMA 3 Solo yang sangat favorit pada saat itu. Disinilah bertemunya mutiara-mutiara dari seluruh karesidenan Surakarta, dan saya cukup berbangga bisa menaklukkannya dengan masuk ke level atas diantara mutiara-mutiara itu sehingga saya bisa lolos ke Teknik Mesin UGM dengan mudah. Guru2ku sangat istimewa tapi ada satu yang paling istimewa pak Surono. Tanggung jawabnya tidak terkira agar kami semua bisa lolos ke PTN yang pada saat itu merupakan prestise tersendiri, dijaman kita hanya beradu otak untuk bisa lolos, bukan adu uang seperti jaman sekarang. Dengan masuk PTN otomatis strata sosial kita akan terangkat karena tidak semua orang bisa lolos, walaupun dia punya simpanan uang sebesar gunung gandul.
Lulus UGM saya terpaksa merantau lagi ke Jakarta karena tanah kelahiranku tidak menjanjikan apapun untukku. Saya merintis karier sebagai PNS di bidang penelitian, dengan spesialisasi merancang bangun roket, spesialisasi yang tidak banyak orang mau menyentuhnya. Disini saya juga berkesempatan menambah ilmu di Teknik Mesin UI.
Kenangan masa kecil yang terajut hingga saat ini, dipadukan dengan tekad wong wonogiri yang pantang menyerah … aku berharap bisa berbuat sesuatu untuk bangsa dan negaraku … tanah kelahiranku…. dimulai dengan tulisan ini

Zapp..Bibit Porang pun Bersemi..

October 9, 2008 by cbudiyanto  
Filed under Alumni Aggregator

Hujan yang mengguyur Wonogiri dan sekitarnya sudah semakin sering, curah hujan pun lumayan tinggi. Bisa dipastikan musim hujan sudah dimulai, jadi anda yang punya rekening langganan banjir, silahkan bersiap-siap perahu karet dan truck kontainer kalau sewaktu-waktu harus pindahan. Meski di sisi lain, hujan adalah berkah dan selalu diharap-harap oleh petani seperti saya.
Meski sebenarnya tanda-tanda hujan sudah mulai terlihat sejak pertengahan bulan agustus dengan tunas umbi porang yang berwarna kemerah-merahan, ada yang bikin saya surprise awal minggu ini.
Sewaktu menanam porang di kebun jati tempo hari, ada sebagian umbi katak yang disimpan dan sama ibu saya dilempar ke pot bunga. Maksudnya ditanam di rumah untuk dilihat perkembangannya sewaktu-waktu, tentu saja berbeda dengan kalau melihat ke kebun, karena tidak bisa setiap saat ngechek.
Nah, karena kapan dan dimana umbi katak tersebut dilempar, saya tidak tahu dan tidak memperhatikan perkembagannya, justru ibu saya yang memberi tahu, tanamanmu sudah tumbuh..
Dan di pot bunga, jadi satu dengan tanaman yang lain, sebatang tanaman porang tegak bersemi, setinggi kurang lebih 25 cm, helaian daunnya masih belum membuka dengan sempurna. Sayang waktu itu saya tidak membawa kamera - sekedar mengabadikan pertumbuhannya.
Baru tadi pagi, saya sempat memotretnya, ketika daunnya sudah terbuka , sekilas seperti daun ganja.. he he..
Saya juga belum ke kebun, untuk melihat apakah bibit yang di sana sudah tumbuh. Semoga saja..

« Previous Page