awal keruntuhan ..?

October 31, 2008 by Yanuar Nugroho  
Filed under Alumni Aggregator

RUMUS SEMAKIN KAYA

October 28, 2008 by Rachmad Hakim  
Filed under Alumni Aggregator

Hampir semua orang memilih kaya daripada menjadi miskin. Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan kaya?

Definisi Kaya

Berikut adalah beberapa definisi kaya yang dapat membantu pemahaman kita:

  • Orang yang berpenghasilan minimal 1 juta dolar dalam setahun (majalah Forbess).
  • Passive income lebih besar daripada pengeluaran yang dilakukan sesuai standar gaya hidup kita (Robert T Kiyosaki).
  • wealthy: owning a lot of money or expensive property
    worth much: worth a great deal of money
    (Microsoft® Encarta® 2009)
  • Memiliki penghasilan atau total kekayaan di atas rata-rata masyarakat di sekitarnya. (Definisi umum, menurut perkiraan saja)

Cara Meraih Kekayaan
Setiap orang pasti punya keinginan untuk memiliki harta melimpah. Lantas, bagaimanakah caranya mendapatkan kekayaan?
Secara garis besar, kekayaan dapat diraih dengan dua cara berikut:

  • Merugikan pihak lain, dilakukan dengan cara-cara yang tidak benar. Intinya, keuntungan didapatkan dari kerugian orang lain. Jadi, telah terjadi perpindahan sejumlah kekayaan dari pihak yang dirugikan ke pihak yang diuntungkan. Misalnya: penipuan, perampasan, korupsi, perjudian. Cara-cara seperti ini tidak akan dibahas.
  • Menguntungkan orang lain, dilakukan dengan cara memberikan nilai tambah (added value) yang berguna bagi pihak lain. Sebagai imbalan, kita mendapatkan sejumlah uang sebagai bentuk terima kasih terhadap yang telah kita lakukan. Meskipun menguntungkan, ada pihak lain yang mungkin dirugikan, yaitu kompetitor.

Rumus Kaya
Kaya lewat jalur menguntungkan orang lain hanya bisa didapatkan dengan memberikan kontribusi nilai tambah yang sebesar-besarnya.


Dengan demikian kekayaan kita juga akan meningkat seiring nilai tambah yang diterima masyarakat.

Rumus tersebut berlaku terutama untuk jalur bisnis. Sedangkan jalur bekerja akan lebih sulit melakukan multiplikasi. Kecuali terdapat semacam royalti atau paten, misalnya untuk penyanyi, penulis.
Tentu saja perhitungan di atas telah disederhanakan dan hanya sebagai ilustrasi untuk memudahkan pemahaman.

Konsep Leverage
Untuk meningkatkan kekayaan, kita harus mengoptimalkan dua komponen kekayaan, yaitu:

  • Nilai tambah pada barang atau jasa.
  • Konsumsi barang atau jasa. Konsumsi memiliki dua komponen: jumlah konsumen dan frekuensi konsumsi.

Leverage (pengungkit) bekerja untuk mendongkrak dua komponen kekayaan. Leverage dapat berupa teknologi, inovasi, aset, karyawan kunci, strategi, dll.


Berikut adalah contoh leverage teknologi. Penyanyi dan aktor akan kesulitan memasarkan musik atau film tanpa ada teknologi rekaman. Penyanyi dan aktor harus beraksi dari satu panggung ke panggung. Dengan adanya teknologi seperti sekarang, aktor dan penyanyi hanya perlu melakukan performa sekali saja lalu sistem yang ada akan bekerja dengan sendirinya.
Contoh leverage lain:

  • Kreativitas dan inovasi. Kreativitas dan inovasi dapat memberikan nilai tambah baru yang akhirnya menciptakan pasar blue ocean. Jika inovasi tersebut tidak dapat ditiru atau bahkan dideteksi kompetitior, maka pada pasar akan tercipta semacam “monopoli terselubung”. Kreativitas dan inovasi sangat bergantung pada kualitas dan kompetensi karyawan.
  • Strategi yang branding yang tepat pada perusahaan dan produk dapat meningkatkan nilai tambah.
  • Marketing. Tanpa ada sistem pemasaran yang yang solid untuk mengkomunikasikan nilai tambah, bisa jadi barang/jasa tidak akan dikenal baik oleh masyarakat. Marketing berguna terutama untuk mendongkrak faktor multiplikasi.
  • Modal. Modal yang besar memungkinkan kita dapat bergerak lebih bebas seperti membuat iklan, promosi, dan sales lebih gencar serta melakukan ekspansi.
  • Sistem bisnis. Sistem bisnis seperti waralaba dan kerjasama bisnis lainnya dapat menjadi leverage jika diimplementasikan dengan tepat.

Kesimpulan
Rumus dasar untuk menjadi kaya, ciptakan added value yang optimal (baik tangible maupun intangible) dan lakukan multiplikasi secara optimal, dengan menggunakan leverage yang tepat.

Roketku

October 27, 2008 by mujtahid  
Filed under Alumni Aggregator

Kenapa aku terdampar di LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional), sebuah ladang kehidupan yang luar biasa tantangannya : imbalan materi seadanya disamping tantangan teknologi tinggi (hitech) yang jauh di awang-awang. Tapi itulah panggilan jiwa … dan aku selalu percaya pada takdirku. Angan-anganku waktu itu hanya sederhana yaitu bagaimana bisa melanjutkan sekolah dan melanglang buana tanpa biaya.
Lagipula jika semua orang bercita-cita untuk menjadi pengusaha dan bekerja ditempat-tempat yang basah, lantas siapa lagi yang mau menyentuh profesi itu. Ajaibnya semakin lama bekerja, aku semakin yakin bahwa tempatku dan kebahagiaanku memang ada disini, karena seiring bertambahnya waktu aku menjadi tidak peduli lagi tentang “aku belum punya apa dan mereka sudah punya apa”. Ibuku selalu berpesan bahwa “bekerja adalah ibadah” dan itulah senjata ampuh yang selalu kupegang selama hidupku.


Hari2 ku kuisi dengan berpikir dan merenung bagaimana merancang bangun roket yang semakin handal dan canggih. Tantangannya sungguh luar biasa karena roket termasuk teknologi strategis dan tidak ada satupun negara di dunia yang rela bekerjasama menukar teknologinya jika kita hanya sebagai “teman” dan bukan “sekutu”. Dari material sampai informasi semuanya tertutup dan itulah tantangan yang kami hadapi sepanjang masa. Karena sudah menjadi rahasia umum bahwa baik roket balistik (gambar bawah) maupun kendali (gambar atas) bisa digunakan untuk kepentingan sipil maupun militer. Roket balistik kami rancang dan bangun mulai dari kaliber 100 mm sampai dengan 420 mm dengan cita-cita untuk menjadi cikal bakal RPS (Roket Pengorbit Satelit) skala kecil dengan ketinggian orbit sekitar 300 km diatas bumi. Sedangkan roket kendali diarahkan untuk menjaga pertahanan bumi pertiwi tercinta.
Kenapa India dan Cina sudah demikian maju teknologi roketnya, karena mereka didukung dengan dana dan sinergi antar lembaga, pemerintah dan swasta yang luar biasa dan itu membutuhkan tekad yang kuat dari seluruh elemen masyarakat.
Semoga gambar yang kusertakan dapat menjadi inspirasi buat generasi penerusku untuk melanjutkan langkah yang sudah kumulai … apalagi jika generasi itu lahir dari perut bumi Wonogiri tercinta

Sepanjang Jalan Kenangan

October 27, 2008 by mujtahid  
Filed under Alumni Aggregator

Ketika memandang jalan protokol di Wonogiri yang membujur dari arah utara-selatan pada saat mudik, kenangan sekitar 30 tahun yang lalu berkelebat kembali. Betapa pada saat itu jika jam menunjukkan angka sekitar 6.00 – 6.30 berombong-rombong anak sekolah memenuhi jalanan bergerak dari arah utara ke selatan menuju sekolah tercinta SMP 1, begitu pula sebaliknya di siang hari pada arah yang sebaliknya, bagaikan laron keluar dari sarang. Naik angkot/colt pada saat itu tentu adalah sebuah kemewahan, tapi kenapa kita tidak naik sepeda? Karena jalan di Wonogiri yang naik turun sehingga lebih enak jalan kaki atau barangkali ada maksud lain dibalik itu? Saya pernah mencoba naik sepeda tapi kehilangan romantisme berjalan kaki … karena ada banyak kejutan disitu … dimasa puber waktu itu memang ada kebutuhan untuk “melihat” dan “dilihat” dan itu akan terpenuhi jika kita berjalan kaki … betapa mak “glagep” jika tiba-tiba didepan atau di belakang kita terselip “si doi” yang selalu kita impi2kan … perjalanan 30 menit menjadi singkat sekali … kalau bisa sih pinginnya “nginthil” terus sampai Bendungan he he…Jika rute “barat” penuh romantisme tapi ada “pamrih” dibaliknya, rute “timur” tidak kalah menariknya walaupun diliputi kesahajaan. Biasanya disitu dipenuhi anak2 dari Kajen dan Kedungringin … dengan “kehangatan” Siti Surahmi dan Hayu serta gelak canda Kristi si tomboy…. Dua rute yang sama2 menarik tetapi dengan sensasi yang berbeda.
Sampai sekarang saya masih sering kepikiran, jika dari Sanggrahan saja saya berangkat jam 6.00 terus yang dari Ngadirojo (bukan Anik lo maksudku … mengko ana sing mak sengkring … tapi Danar atau Bardi) keluar rumah jam berapa ya? Apalagi 2 serangkai (Maryanto sama siapa … aku lupa namanya) dari Seneng dibalik alas Kethu … dengan semangat 45 …berangkat habis Shubuh kali ya.
Setelah upaya untuk “melihat” dan “dilihat” tidak menghasilkan “sesuatu yang konkrit” saya ikuti hukum pertama aturan memikat lawan jenis : liriklah adik kelas, barangkali lebih mudah ditaklukkan (sing ngajari Nasih lo he he). Karena kebetulan saya kelas 3a maka yang terlirik paling dekat ya anak kelas 2e. Kalau pada saat itu adik kelas yang masuk selebriti papan atas diantaranya adalah Desy dan Sari (kalau ga salah) … hayo do ngaku! … tapi anehnya saya kok ga ikut2an greng sama sekali … padahal karena super minder dan kalah bersaing he he … tapi justru aku termehek-mehek pada anak di kelas sampingku itu yang cilakanya sampai sekarang ga tau namanya siapa … anaknya putih dengan rambut hitam ikal sebahu kadang2 pakai pita warna merah jambu… mata hitam jernih … pendiam tenang anggun menghanyutkan … mirip2 Andi Meriem Matalata … naik sepeda mini warna biru … perkiraanku rumahnya di sekitar Wonokarto, soalnya kalau saya belok kanan di per4an terminal angkuta … dia mengayuh sepeda dengan anggunnya terus ke utara … sebagian jiwaku hilang hanyut terbawa kayuhan sepeda itu (wualah romantis banget … kaya Mahesa Jenar ditinggal Rara Wilis … yen ngene iki sing ngajari Beno he he). Yang saya sesalkan sampai sekarang kenapa dia naik sepeda … tidak mengikuti ritual jalan kaki seperti yang lain2 …. kuwi lak karepmu Hid, kata Bambang … atau justru itukah yang bikin saya penasaran karena sampai lulus tidak berani dan tidak sempat terucap sepatah katapun … dan dia saya yakin sampai sekarangpun ga tau kalau telah membuatku klepek-klepek … Barangkali diantara kita ada yang tau, siapakah dia? … dudu marga pingin balen lo, kenal wae ora …Cinta monyet keduaku yang tragis (cinta monyet pertamanya saya simpan sendiri saja … soalnya juga tak terbalas, dan orangnya ada diantara kita … he he … isin aku).
Sepenggal jalan kenangan yang tak terlupakan, kita menjadi saksi sejarah bagaimana dulu jalan itu sempit berdebu, kemudian dipasang trotoar di kanan kiri dengan jalur lambat yang dibatasi pohon asam kranji … terakhir berubah lebar tanpa jalur lambat.
Saya sebetulnya pingin sekali mudik pada saat-saat masuk sekolah, apakah ritual jalanan bagaikan rombongan pengungsi pindah lokasi itu masih berlangsung ataukah mereka sudah pada naik angkot atau bahkan dijemput dengan mobil pribadi? …. Wealaah Om, kuno … hari gini kok masih jalan kaki berpanas-panas ria … capai deh … sahut ke3 ponakanku yang kebetulan duduk dikelas 1, 2 dan 3 SMP 1 tapi sudah ga kenal ritual jalan kaki lagi … saya kecewa mereka tidak akan pernah memiliki karakter sebagai wong wonogiri sejati, yang pantang menyerah ditengah keterbatasannya… tapi saya maklum juga karena mereka hanya memiliki separo darah wonogiri … sedangkan saya 100% WNI (Wonogiri Asli) jadi walaupun kaki pernah menginjak Great Wall dan disuguhi bebek peking ingatnya malah sama mi geyol tempe mlanding dicampur pecel cikru … mak cegluk.

Exotic Petals - Kembang Indah di Kebun Jati

October 27, 2008 by cbudiyanto  
Filed under Alumni Aggregator

Kebun jati menjadi perhatian utama saya, apalagi ketika hujan sudah semakin rutin berkunjung. Berharap-harap cemas akan perkembangan tanaman iles-iles kuning / porang yang benihnya saya tebarkan dengan penuh pengharapan.

Yang saya temukan adalah kejutan…

Diawali dengan tongolan “kuku bima” sebesar jempol anak saya.

Selanjutnya makin panjang menjulang..


Hingga ujung “tower” terbelah, membentuk bakal helaian bunga..

Mulai terbentuk bunga, dari kuncup hingga perlahan-lahan mengembang..


Dan akhirnya terbentuk bunga sempurna. Dalam waktu dekat Insya Allah bisa kita nikmati kebun bunga di kebun jati saya..padahal kita semua tahu, saya nanamnya porang.. He he..

Harimau Blingsatan, Monyet Cekikian

October 24, 2008 by Rachmad Hakim  
Filed under Alumni Aggregator

Apa jadinya jika seekor monyet begitu isengnya?
Berikut adalah video seekor monyet yang sangat pemberani. Ekor dan telinga anak harimau pun ditarik-tariknya hingga harimau tersebut pusing tujuh keliling.

Metodenya sederhana yaitu dengan taktik gerilya. Akhirnya, anak harimaupun harus kalah menahan rasa jengkel dan meninggalkan TKP.
Ada kemungkinan monyet tersebut terusik dengan kedatangan harimau sehingga diusirnya.
Heheh, monyet tersebut pantes mendapat julukan the daredevil monkey. Calon raja hutan kok dilawan?

Tikus Membunuh Ular

October 23, 2008 by Rachmad Hakim  
Filed under Alumni Aggregator

Apa jadinya jika pemangsa dibunuh calon mangsanya?
Kisah menarik ini terjadi di Taiwan. Seekor tikus yang akan dijadikan makanan seekor ular berontak dan menyerang sang ular.

Setelah pertarungan yang sengit selama lebih kurang 30 menit. Ular tersebut berhasil dikalahkan dan malah dibunuh sang tikus.

Namun demikian ada juga beberapa kalangan yang meragukan kejadian yang sesungguhnya. Dari ukuran tubuh terlihat tikus tersebut sangat besar dibandingkan dengan ular. Selain itu, bisa ular bisa jadi sudah dinetralisir terlebih dahulu.

Tetap saja tikus ini jagoankan?

PERCAYA DIRI

October 23, 2008 by Rachmad Hakim  
Filed under Alumni Aggregator

Dalam kehidupan modern yang dinamis, kepercayaan diri menjadi hal yang semakin penting. Banyak sekali bidang profesional dan sosial yang membutuhkan kepercayaan diri, seperti: public speaking, hubungan romance, ujian pendidikan/kerja, wawancara, pesta, dll.
Telah banyak buku-buku pengembangan diri (self development) yang membahas khusus membahas topik ini. Untuk Mari kita tinjau beberapa definisi kepercayaan diri.

  • belief in own abilities: self assurance or a belief in your ability to succeed
    faith in somebody to do right: belief or trust in somebody or something, or in the ability of somebody or something to act in a proper, trustworthy, or reliable manner. (Microsoft Encarta 2009)
  • faith in oneslef (Babylon Pro)
  • a state of being certain, either that a hypothesis or prediction is correct, or that a chosen course of action is the best or most effective given the circumstances (Wikipedia)

Dari definisi di atas, kepercayaan diri berarti kepercayaan pada diri sendiri bahwa segalanya akan baik-baik saja sesuai harapan. Dengan kata lain, tidak ada ketakutan ataupun keraguan yang berlebihan. Kepercayaan diri lebih berkaitan dengan kemampuan mengatasi non physical threat, seperti dipermalukan, direndahkan, dijauhi, membuat orang lain kecewa, dll.
Tingkat kepercayaan diri setiap orang berbeda-beda dan berubah-ubah. Seorang profesor bisa jadi sangat percaya diri ketika mengadakan kuliah, namun bisa jadi menjadi tidak percaya diri ketika diundagg ke pesta atau menjadi pembicara di seminar nasional. Seorang analis software yang memimpin projek bisa jadi percaya diri ketika memberi pengarahan pada programer-programernya, namun menjadi tidak percaya diri ketika berhadapan dengan lawan jenis.

Kepercayaan diri bergantung pada persepsi kita tentang kemampuan diri untuk mampu berperan (role playing) sesuai harapan orang-orang di sekeliling kita.
Misalnya ketika kita harus berpidato dihadapan ribuan orang terpelajar, maka tentu ada harapan publik bahwa kita mampu memberikan materi dengan jelas, meyakinkan, dan menarik (tidak membosankan). Kalau bisa lucu malah. Harapan tersebut bisa tidak terpenuhi, misalnya kita lupa apa yang akan kita sampaikan, materinya meloncat-loncat, membosankan, atau bahkan kita sudah demam panggung, keringat dingin, jantung berdetak lebih kencang, dan akibatnya kita menjadi tampak bodoh. Munculnya keraguan diri untuk dapat memenuhi harapan, atau juga ketakutan terjadinya hal yang tidak diinginkan, membuat kita menjadi tidak percaya diri.
Teknik untuk lebih percaya diri yang dikemukakan para psikolog dan trainer pengemembangan diri sangat beragam. Yang luas digunakan antara lain:

  • Afirmasi, mengulangi kalimat atau frasa yang dipercaya membuat kita lebih percaya diri. Teknik ini didasarkan argumen bahwa jika otak mendapatkan input yang positif secara konsisten, maka output pikiran kita juga akan positif.
    Kelemahan: afirmasi dapat ditolak oleh pikiran kita sehingga kurang afektif. Misal: jika kita yakin bahwa kita bukanlah orang yang hebat dalam public speaking, maka perulangan afirmasi, seperti: “Aku merupakan orator terbaik” menjadi tidak efektif.
  • Berpikir positif, kita berfokus pada pikiran yang baik saja (positif) dan menyingkirkan pikiran buruk (negatif).
    Kelemahan: Penilaian kita terhadap situasi bisa tidak seimbang, karena hanya berfokus pada hal positif. Teknik ini juga perlu mendapat latihan, karena orang yang biasa berpikir negatif secara otomatis (bawah sadar, auto pilot) harus mengubahnya menjadi berpikir positif secara otomatis.
  • Body language, dilakukan dengan mengubah bahasa tubuh, termasuk suara, mata, ekspresi wajah, dan gerakan tubuh. Caranya dengan meniru gerakan tubuh saat sedang percaya diri. Latihan bisa dilakukan dengan menirukan figur publik seperti negarawan, dan artis.
    Teknik ini didasarkan pada argumen bahwa pikiran mempengaruhi tubuh dan tubuh juga mempengaruhi pikiran. Dengan membuat melakukan gerakan layaknya sedang percaya diri, maka pikiran kita juga akan terpengaruh. Teknik tidak hanya dapat meningkatkan kepercayaan diri namun juga dapat melatih kemampuan kita berkomunikasi non verbal.

KEPERCAYAAN DIRI DAN EGO
Dualisme kepercayaan diri dan ketidakpercayaan diri merupakan sesuatu yang diciptakan oleh ego.
Ketika ego menilai kemampuan diri kita kurang dan bisa timbul masalah, maka kita menjadi tidak percaya diri. Apalagi jika kita belum pernah menghadapi masalah tersebut sebelumnya. Atau jika kita pernah menghadapi masalah yang sama, namun terjadi masalah, seperti kita dipermalukan.
Sedangkan jika ego menilai tidak ada masalah dengan kemampuan diri kita atau pernah menghadapi kasus yang sama dan ego menganggap berhasil, maka kita akan percaya diri.
Anjuran saya berkenaan dengan kepercayaan diri yaitu mengeliminasi keduanya: baik itu percaya diri dan maupun tidak percaya diri. Seperti ucapan Budha: Isi itu kosong, kosong itu isi.
Dengan masih dipertahankannya konsep kepercayan diri, maka setiap saat hidup kita juga dipengaruhi olehnya. Kepercayaan diri merupakan konsep yang digunakan untuk melindungi ego kita, berkaitan dengan non physical threat.
Jadi, langkah paling mudah untuk mengeliminasi konsep kepercayaan diri adalah dengan tidak melindungi ego lagi. Caranya dengan memaafkan diri kita sendiri dari segala hal yang mungkin terjadi, baik itu dicemooh, ditertawakan, ataupun dikecam orang lain. Sendainya terjadi, kenyataan harus diterima dan kita dapat belajar dari pengalaman tersebut dengan pikiran yang jernih.

TRUE SELF

October 22, 2008 by Rachmad Hakim  
Filed under Alumni Aggregator

True self (diri sejati) merupakan diri manusia yang sebenarnya. Untuk dapat memahami konsep ini, kita harus memahami konsep tentang diri yang bukan sebenarnya (false self) atau ego.

DEFINISI EGO
Ego mempunyai banyak pengertian tergantung konteksnya. Agar tidak membingungkan, tidak ada salahnya jika disinggung tentang definisi ego:

  • Dalam konteks psikoanalisis Freud, Ego merupakan terjemahan dari “das Ich” atau “the I“. Freud membagi psiko manusia menjadi tiga bagian: das Es (the it, id), das Ich (the i, ego), dan “das Über-Ich” (over i, super ego). Lebih jelasnya, Freud menjelaskan ego sebagai berikut:
    …The ego is that part of the id which has been modified by the direct influence of the external world … The ego represents what may be called reason and common sense, in contrast to the id, which contains the passions … in its relation to the id it is like a man on horseback, who has to hold in check the superior strength of the horse; with this difference, that the rider tries to do so with his own strength, while the ego uses borrowed forces [Freud, The Ego and the Id (1923)]
  • Dalam konteks spiritualitas, ego merupakan ilusi dari eksistensi (keberadaan). Ego membuat manusia salah menafsirkan tentang dirinya sendiri. Sayangnya, kebanyakan manusia bahkan tidak tahu bahwa dirinya bukanlah diri yang sebenarnya, namun ego. Ego terbentuk dari pengalaman hidup dan penafsiran. Dimulai saat masih kecil, yaitu ketika manusia belajar bahasa. Pembelajaran bahasa dilakukan untuk mengenal lingkungan sekitar, terutama orang tua. Sang bayi pun berkenalan dengan kata pengganti seperti ayah, ibu, kakak, kamu, kalian. Dan akhirnya bayi tersebut mengenal dirinya lewat kata ajaib “aku” dan berlanjut dengan nama yang diberikan orang tuanya. Meskipun sejak kecil manusia dapat membedakan dirinya dengan orang lain lewat kata-kata tersebut, tidak ada jaminan bahwa mereka memahami apa itu “aku”. Manusia hanya mengenal dirinya melalui hal-hal yang bukan dirinya. Me is everthing else that is not me.

SELF (AKU)
Siapa mengenal dirinya akan mengenal Tuhannya. Kalimat menarik itu dikemukakan oleh Nabi Muhammad SAW. Orang Yunani juga mengerti betul begitu mendasarnya pengetahuan ini sehingga dalam sebuah kuil di Delphi yaitu kuil Apollo tersebut kalimat gnothi seauton (????? ???????) atau “know thyself“.
Sayangnya, kita tidak mendapatkan informasi lebih lanjut tentang pengenalan diri. Kita hanya mendapatkan petunjuk tentang apa dan mengapa pengalan diri itu penting (what and why), dan bukan caranya (how) ataupun hasilnya (result).

Sekarang, bagaimana mengenali diri atau aku? Pengenalan diri dalam konteks ini bukanlah untuk kepentingan praktis seperti analisis kepribadian, pengalaman (masa lalu), lingkungan, fungsi di masyarakat atau perusahaan, keturunan, kepemilikan, ataupun kelebihan dan kelemahan seperti SWOT (strength, weakness, oppurtunitites, threat).
Cukup sulit mendefinisikan arti aku dalam bahasa yang singkat. Penting sebagai langkah pertama untuk memahami bahwa diri sejati manusia bukanlah tubuhnya, pikirannya, perasaannya, kepemilikannya, ataupun masa lalunya.
Diri manusia yang sesungguhnya merupakan bentuk kesadaran yang sadar akan dirinya sendiri (self realization). Dalam bahasa literatur sering disebut dengan the watcher. Kesadaran (consciousness) bukanlah kumpulan pengetahuan (knowledge) ataupun pikiran (mind).
Ranah pengetahuan biasa tidak akan bisa memasuki wilayah diri atau aku. Dalam kasus ini telah terjadi peleburan antara subjek pengetahuan dan objek pengetahuan. Jika inteligensi masih dapat direkayasa manusia dengan artificial intelligence (AI), maka sampai saat ini belum pernah ada rekayasa teknik pun yang bahkan mendekati terciptanya kesadaran buatan atau artificial consciousness. Di mana mesin komputer menjadi dengan sadar dirinya.

MERAIH TRUE SELF
True self dapat diraih setelah manusia menetralisir ego (false self). Ego terjadi jika manusia mengidentikkan dirinya dengan sesuatu bentuk (form) yang bukan dirinya. Jadi dalam tingkat tertentu, bentuk tersebut seakan-akan menjadi bagian dirinya. Dengan demikian, jika bentuk tersebut dipisahkan atau dihilangkan dari manusia, maka manusia akan merasa kesengsaraan (pain).
Setiap orang mempunyai kasus yang unik berkaitan dengan ego. Berikut beberapa contoh yang menggambarkan bentuk ego:

  • Wanita cantik yang mengidentikkan dirinya dengan kecantikan akan berusaha melawan penuaan sekeras-kerasnya. Dirinya takut jika orang tidak lagi menganggapnya cantik lagi. Karena kecantikan telah menjadi bagian dirinya, kehilangan kecantikan membuat eksistensi dirinya terancam.
  • Orang yang mengidentikkan dirinya dengan kekayaan, akan berusaha mencari kekayaan sebanyak-banyaknya. Bahkan mungkin tidak segan dilakukan dengan cara-cara yang salah karena pentingnya kekayaan tersebut baginya. Dirinya terlalu takut tidak kaya lagi dan menjadi miskin yang berarti eksistensi dirinya jadi terancam.
  • Orang yang berdiskusi sering terpancing ke arah perdebatan yang tidak perlu. Hal ini terjadi karena orang berusaha mempertahankan pendapatnya, bahkan meskipun dia mulai ragu ataupun terdapat bukti-bukti kuat bahwa pendapatnya salah. Pendapat tersebut telah menjadi bagian dirinya. Jika menerima pendapat orang lain, berarti mengancam pendapat awalnya yang berarti mengancam eksistensinya.

Kerja ego dilakukan dengan pembandingan dan pemisahan. Pembandingan dan pemisahan ini sering kali dilakukan melalui mekanisme bawah sadar, yaitu secara otomatis bahkan disadari.

  • Pembandingan. Pikiran mampu membedakan beberapa objek berdasarkan karakteristiknya yang berbeda. Pembandingan ini kerap kali menghasilkan kriteria baik dan buruk. Dalam kasus ini, ego dapat membuat manusia mengalami kesengsaraan karena menolak sesuatu yang dianggap buruk namun sudah menjadi kenyataan.
    Misal: Seorang karyawan yang biasa ke kantor naik mobil bisa merasa marah dan jengkel ketika tiba-tiba mobilnya mogok. Kebiasaan naik mobil sudah identik dengan dirinya sehingga jika gagal akan mengancam eksistensi dirinya.
  • Pemisahan. Ego membuat manusia ingin menunjukkan eksistensi yang lebih dengan memisahkan diri dari orang kebanyakan. Hal tersebut membuat dirinya spesial, berbeda, dan lebih daripada orang lain, terutama berkaitan dengan bentuk (form) ego orang yang bersangkutan.
  • Misal: Produk komersial yang eksklusif dapat membuat orang merasa spesial. Produk dengan kriteria jarang seperti limited edition, atau barang-barang mahal bermerk dapat membuat pemilliknya merasa lebih daripada orang lain.Ego tidak selalu individualis, tetapi ada ego komunal (ego kelompok). Di mana beberapa individu dalam satu kelompok ingin menunjukkan eksistensi dengan memisahkan dirinya dari kelompok lain. Ego kelompok ini sangat banyak macamnya, mulai dari ego berdasarkan suku, negara, agama, daerah, partai politik, sekolah/universitas.
    Misal: Dalam satu perselisihan manusia cenderung membela orang dari kelompok yang sama.

Bersambung…

Terlalu banyak momen terlewat

October 22, 2008 by Andri Prasetya  
Filed under Alumni Aggregator

Ada banyak momen yang harusnya bisa dibagi tapi akhirnya kesepatan itu melayang begitu saja.. eman..

Next Page »