Already Known Commodity - Konjac Usage

August 27, 2008 by cbudiyanto  
Filed under Alumni Aggregator

Konjac or already known on previous articles as Porang / Iles-iles is grown in China, Japan, Korea and South East Asia for its large starchy corm, used to create a flour and jelly of the same name. It is also used as a vegan substitute for gelatin.

In Japanese cuisine, konnyaku appears in dishes such as oden. It is typically mottled grey and firmer in consistency than most gelatins. It has very little taste; the common variety tastes vaguely like salt. It is valued more for its texture than flavor.

Japanese konnyaku jelly is made by mixing konnyaku flour with water and limewater. Hijiki is often added for the characteristic dark color and flavor. Without additives for color, konnyaku is pale white. It is then boiled and cooled to solidify. Konnyaku made in noodle form is called shirataki (see shirataki noodles) and used in foods such as sukiyaki and gyudon.

Japanese historical novelist Ryotaro Shiba claims in a 1982 travelogue that konjac is consumed in parts of Sichuan province; the corm is reportedly called moyu (??), and the jelly is called moyu dofu (????) or shue moyu (???).

The dried corm of the konjac plant contains around 40% glucomannan gum. This polysaccharide makes konjac jelly highly viscous.

Konjac has almost no calories but is very high in fiber. Thus, it is often used as a diet food.

Konjac Products

Konjac can also be made into a popular Asian fruit jelly snack, known in the U.S. as konjac candy, usually served in bite-sized plastic cups.

After a series of choking deaths and near-deaths among children and old people who accidentally inhaled unchewed whole Konjac fruit jelly portions, there were FDA product warnings[1] in 2001 and subsequent recalls in the U.S. and Canada. Unlike gelatine and some other commonly used gelling agents, Konjac fruit jelly does not melt on its own in the mouth. The products that were then on the market formed a gel strong enough such that only chewing, but not tongue pressure or breathing pressure, could disintegrate the gel. The products also had to be sucked out of the miniature cup in which they were served and were small enough such that an inexperienced child could occasionally accidentally inhale them. Konjac fruit jelly was subsequently also banned in the European Union.

Some konjac jelly snacks now on the market have had their size increased so that they cannot be swallowed whole. The snacks usually have warning labels advising parents to make sure that their children chew the jelly thoroughly before swallowing.

Re-published with minor edit from : http://en.wikipedia.org/wiki/Konnyaku

Kamera Mikroskop

August 27, 2008 by kameramikroskop  
Filed under Alumni Aggregator

A

Aplikasi dikirim!!

August 26, 2008 by Andri Prasetya  
Filed under Alumni Aggregator

Jam 4:13 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”,
Jam 4:14
sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.
Jam 4:15 Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”

Pro 3:5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

God, i lean on my life unto Your loving arm, Amen

Lomba Porang - Kompetisi Telah Dimulai

August 26, 2008 by cbudiyanto  
Filed under Alumni Aggregator

Kompetisi unik yang diselenggarakan para pelaku dan pemerhati bisnis Porang. Unik karena pertama dan satu-satunya di Indonesia, malah mungkin di dunia. Menarik, karena bisa menjadi upaya mengkampanyekan komoditi yang ramah lingkungan, potensial dan minim resiko.

Sumber :
http://www.unit2.perumperhutani.com
LMDH WONOJOYO LANGGENG JOMBANG, JUARA SATU LOMBA PORANG TERBESAR

Print E-mail
Written by Djel
Friday, 18 July 2008
Mendengar Lomba Porang mungkin terasa asing ditelinga masyarakat umum, namun itulah yang terjadi Rabu (9/7) di KPH Madiun. Sebanyak 35 Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di seluruh wilayah Jawa Timur, unjuk kebolehan dengan memamerkan porang terbesar dari daerahnya.

Lomba porang yang di prakarsai oleh Biro Pembinaan dan Konservasi SDH Unit II Jatim, memperebutkan hadiah total senilai Rp.9 juta rupiah yang dibagi dalam enam kelompok pemenang. Dengan kriteria penilaian meliputi berat, besar, kondisi fisik, dan administrasi bahwa porang tersebut benar-benar berasal dari wilayahnya, yang dibuktikan dengan surat rekomendasi dari KRPH dan Asper diwilayahnya.
Setelah melalui penilaian yang sangat ketat oleh Juri yang terdiri dari pakar porang, Soekamo dari KPH Saradan, Ir. Bambang D dari Dinas Kehutanan Propinisi Jawa Timur, dan Doni PS Pemerhati Porang dari Majalah Penjebar Semangat. Ketiga juri tersebut sepakat bahwa Porang seberat 13 kg milik LMDH Wonojoyo Langgeng dengan kondisi fisik bagus itu adalah Porang terbesar dan terberat diantara Porang-Porang yang diikutkan lomba. Berdasarkan administrasi yang ditetapkan, Porang tersebut berasal dari petak 78a RPH Sumber Miri, BKPH Kerondong, KPH Jombang, yang akhirnya dinobatkan sebagai juara satu dan berhak mendapat hadiah uang pembinaan sebesar Rp.3,5 juta.

Lomba Porang yang dibuka oleh Kepala Perum Perhutani Unit II Jawa Timur, Ir. Tedjo Rumekso, dihadiri juga oleh Kepala Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Timur, Ir. Agus Syamsudin, Bupati Madiun yang diwakili oleh Sekretaris Kab. Madiun Ir. Soekiman, MSi.

Dihadapan para kuli tinta, Ir. Tedjo Rumekso, mengatakan bahwa lomba Porang ini untuk mendorong dan memotivasi para LMDH untuk terus berkembang, karena industri porang bertumbuh bukan berkurang, tapi justru bertambah artinya porang mempunyai prospek yang sangat tinggi, sebelumnya informasi porang memang sangat lemah, tetapi sekarang sudah mulai terbuka, dan itu terbukti bahwa pengusaha porang sekarang banyak didatangi oleh pembeli-pembeli dari luar negeri untuk melakukan deal tentang ekspor porang”, ujarnya.

Menurut Tedjo saat ini potensi luas lahan untuk tanaman porang di wilayah Perum Perhutani Unit II Jawa Timur kurang lebih 400 ribu ha, dari lahan seluas itu yang sudah ditanami porang baru sekitar 24.258,6 ribu ha, sedangkan yang sudah berproduksi kurang lebih 15 ribu ha.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Timur, Ir. Agus Syamsudin mengatakan bahwa Lomba Porang ini adalah yang pertama kali didunia. Lomba yang dilatarbelakangi oleh semakin bertumbuhnya industri porang dikawasan hutan, Agus berharap, dari budidaya porang tersebut dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat sekitar hutan (Djel)

Daftar Juara Lomba Porang Selengkapnya

No. Urutan Juara LMDH Asal Porang Berat (Kg)
1 Juara I Wonojoyo Langgeng Pt.78a, RPH Sumber Miri, BKPH Kerondong, KPH Jombang 13,2
2 Juara II Pandan Asri Pt. 94, RPH Klangon, BKPH Pajaran, KPH Saradan 12,8
3 Juara III Wono Salam Pt. 72a RPH Panggung, BKPH Dagangan, KPH Madiun 11,8
4 Juara Harapan I Sumber Wana Lestari Pt. 153c, RPH, Piji, BKPH Tulung, KPH Saradan 9,8
5 Juara Harapan II Wono Lestari Pt. 33c RPH Wonoasih, BKPH Glenmore KPH Banyuwangi Barat 8.0
6 Juara Harapan III Sobo Wono Pt. 33c RPH Wonoasih, BKPH Glenmore KPH Banyuwangi Barat 7,9

The Rising Business Commodity

August 25, 2008 by cbudiyanto  
Filed under Alumni Aggregator

Mencermati iklan internet, baik di situs perdagangan, iklan baris, forum, blogs berbahasa Indonesia, maupun situs-situs resmi institusi pemerintah - seperti perhutani dan pemda, saya berani menyimpulkan bahwa semakin banyak mata tertuju ke bisnis dan budidaya porang/Iles-iles. Tanaman bernama latin Amorphophallus Onchophillus ini layak dimasukkan dalam kriteria the rising business commodity.

Meskipun menurut informasi dari pelaku budidaya porang di KPH Saradan, mereka sudah memulai budidaya porang secara mandiri sejak tahun 80an, pola kemitraan, pembinaan dan MOU dengan Perhutani sebagai pemilik lahan baru dilakukan mulai tahun 90an. Dalam kerjasama tersebut Perhutani mengambil keuntungan dari kelestarian hutan produksi yang menghasilkan kayu - produk utama Perhutani - yang turut dijaga oleh warga pesanggem dari sekitar hutan, dalam wadah LMDH.

Internet memberikan dampak luar biasa sebagai sarana komunikasi dan jalur informasi bisnis - bahkan untuk bisnis berbasis agroforestry sekalipun. Ditandai dengan artikel di situs trubus-online pada edisi Juni 2007, yang mengupas bisnis porang secara budidaya yang dilakukan oleh LMDH Klangon Saradan Jawa Timur dan di Makasar yang dilakukan dengan “meramu” - memanen langsung porang yang tumbuh liar di hutan. Sejak itu terlihat perkembangan yang luar biasa. Informasi mengenai porang/Iles-iles begitu booming di internet.
Situs bisnis indonesia - indonetwork.co.id mencatat pengiklan yang bergabung dan menawarkan porang baik dalam bentuk basah maupun kering, bermunculan sejak Agutus 2007. Tercatat pelaku-pelaku bisnis dari Kendal, Semarang, Purwodadi, Kudus, Pati,Solo, Sukoharjo di Jawa Tengah, dan dari Madiun, Trenggalek, Pacitan, Jombang, Jember, Banyuwangi, Surabaya di Jawa Timur. Sedangkan dari area barat terlihat pelaku dari Bandung, Tasikmalaya, hingga Aceh, yang terlihat turut meramaikan bursa di internet dengan penawaran jual / beli komiditi tersebut.

Melihat potensi ini, alangkah baiknya jika dilakukan pertemuan atau paling tidak pembicaraan dalam semacam asosiasi. Yang paling utama adalah bersama mengangkat Porang / Iles-iles sebagai komoditas unggulan yang potensial, kemudian memperkuat basis budidaya, memperbesar kapasitas produksi, membuka peluang-peluan pasar baru, dan bahkan - bukannya tidak mungkin - memperbaiki posisi tawar terhadap buyer.

Laskar Balkon Ampera,,

August 25, 2008 by why I love my world,,  
Filed under Alumni Aggregator

Mereka adalah formasi terbaru dari kucing2 yang manjadi laskar balkon ampera,, dengan Tossie van Cemong (yg disini dia udah gedean),, dan tetap dengan hidung-tompel-hitamnya, sekarang sudah menjadi ketua suku,,

memperkenalkan anggota baru Leorena van Bontel, dan Kucrit (kucing kecil secepirit matanya sipit-sipit makannya sencrit)

enjoy the new one,,

*updating from my facebook

Budidaya Porang di Lahan Perorangan - Simbiosis Mutualisme

August 22, 2008 by cbudiyanto  
Filed under Alumni Aggregator

Menurut istilah, simbiosis mutualisme adalah hubungan dua pihak atau lebih yang saling menguntungkan. Keuntungan yang diberikan bisa berupa keuntungan langsung, maupun tidak langsung. Tetapi tetap saja ada keuntungan yang bisa diambil oleh masing-masing pihak. Dalam buku-buku teks, seringkali dicontohkan hubungan antara kerbau dengan burung jalak – sering dikenal dengan jalak kerbau. Dimana burung jalak memakan kutu di punggung atau kulit kerbau. Dalam hubungan ini si burung jalak memperoleh makanan, sebagai pengobat lapar, sedangkan di kerbau memperoleh keuntungan karena gangguan yang ditimbulkan oleh kutu – otomatis hilang karena si kutu sudah dimakan burung. Sepertinya cerita seperti ini, sudah susah sekali dipahami orang apalagi anak-anak jaman sekarang.Bisa dihitung berapa anak kota yang bisa membedakan kerbau sama kambing, apalagi mengerti yang namanya burung jalak.

Hutan rakyat atau lahan perorangan yang ditanami dengan tanaman keras, biasanya memang ditanam dengan tujuan akan dipanen kayunya, seperti jati, sengon, mahoni dan sebagainya. Perawatan yang diberikan kepada tanaman ini minim sekali, paling banter adalah menimbun pupuk di pangkal pohon jati, atau mencangkul tanah di sekitar pohon untuk ditimbunkan di pangkal pohonnya. Karena untuk melakukan hal-hal tersebut, pasti diperlukan usaha khusus, seringkali tanaman dibiarkan begitu saja tanpa perawatan, hingga waktunya dipanen.

Budidaya porang memerlukan tanaman keras sebagai tegakan yang melindungi porang dari sinar matahari langsung. Sebenarnya, kerapatan pohon atau keteduhan daun lahan yang akan ditanami tidak harus terlalu rapat dan keteduhan yang diberikanpun hanya minimal sekali, yang penting, pada saat matahari terik bersinar di tengah hari, daun porang bisa terlindung dari sinarnya. Karena jika tidak, daun akan layu dan tanaman tidak akan tumbuh optimal, bahkan mati.

Porang yang dibudidayakan di hutan rakyat atau lahan perorangan, disarankan untuk ditanam dalam galian dengan ukuran tertentu, diberikan pupuk – terutama pupuk kandang dengan komposisi tertentu dan diperlukan sesekali penyiangan terhadap rumput gulma.

Tanah yang digali untuk ditanami, menyebabkan tanah kaya oksigen dan membuatnya menjadi gembur. Pupuk yang diberikan untuk porang, secara tidak sengaja – sebagian akan ikut terserap oleh perakaran tanaman tegakan, sehingga baik porang maupun tanaman tegakannya akan memperoleh manfaat dari pupuk tersebut. Penyiangan rumput di sekitar tanaman porang tentu saja akan menghilangkan gangguan – mengurangi perebutan unsur hara antara tanaman utama dengan penganggu. Jadilah, pola penanaman tumpangsari porang di bawah tanaman tegakan akan bekerja simbiosis mutualisme antara pemilik lahan dengan petani porang, layaknya kerbau dengan burung jalak.

Porang - Surviving Seed

August 20, 2008 by cbudiyanto  
Filed under Alumni Aggregator


Tanaman Porang dan keluarganya, bisa dijadikan simbol tanaman pangan dengan semangat juang tinggi. Disamping tidak terlalu menuntut persyaratan lingkungan yang berlebihan, ada hal menarik yang bisa diamati dari alat perkembang-biakannya.

Katak / Bulbil porang, di seluruh permukaan kulitnya memungkinkan untuk tumbuh tunas sebagai batang baru. Dari pengamatan, bahkan jika katak tersebut terpotong hingga tinggal 20% sekalipun, asal tidak busuk selama musim kemarau, maka jika masa tumbuh tiba, masih memungkinkan untuk muncul tunas, dan berkembang menjadi tanaman normal.

Begitu juga untuk umbi porang sendiri, selama tidak busuk dan titik tumbuhnya masih ada, tetap akan bisa tumbuh lagi.

Tanaman Porang - Kenali Dia

August 14, 2008 by cbudiyanto  
Filed under Alumni Aggregator

Kenali dirimu sendiri, lalu kalahkan musuhmu , Pakar Perang Sun Tsu pernah bilang gitu, dan sering dikutip para penulis. Mungkin kurang tepat untuk diterapkan di bisnis porang - tapi maksa dikit kan gapapa :p.
Sebelum memulai bisnis ini, wajib bagi anda untuk mengenali barangnya porang itu seperti apa. Bukan apa-apa, karena ada seorang kenalan yang keliru, akibatnya merugi gara-gara dia tidak mengenali produk yang dia usahakan. Ceritanya si doi sudah mulai budidaya dengan lahan seluas hampir satu hektar (dia ga cerita habis duit berapa), sudah membina masyarakat dekat hutan (ditanam di hutan perhutani), sudah beberapa musim ditanam dan tinggal panen. Tapi baru tahu kalau yang dia tanam tidak laku, karena dia menanam — Suweg.
Jadi, iles-iles atau porang ini adalah, seperti foto di samping ini. Di beberapa literatur, batangnya dibilang bisa mencapai 1,5 m. Tetapi foto disamping ini bukan rekayasa, atau bukan orangnya yang pendek. Faktanya, jika tanah subur dan lingkungan mendukung, batang porang bisa mencapai 2 meteran lebih.

Batang porang belang-belang hijau putih, kadang ada juga bintik hitamnya. Secara sepintas memang mirip sekali dengan saudara sepupunya, suweg. Nah yang paling gampang digunakan untuk membedakan antara porang dengan suweg adalah, jika kita lihat di daunnya. Kalau di pangkal daunnya tidak ada umbi kecil seperti kutil, bisa dipastikan itu bukan porang. Karena di daun porang terdapat umbi anakan yang dikenal sebagai bulbil/katak, yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan generatif.

Selanjutnya pembeda terakhir adalah umbi. Umbi porang basah berwarna kuning, hampir sekuning kunyit. Dan bisa dibilang warna kuningnya kelihatan sekali, tidak tersamar. Kalau sudah dalam bentuk irisan, dan keringnya sempurna, keripik porang berwarna putih cerah, sekilas ada kerlip-kerlip seperti kaca, tesktur seratnya halus sekali. Kadang ada kesulitan untuk membedakan dengan irisan umbi lain kalau sudah dalam bentuk irisan kering. Kalau iles-iles hutan dan suweg, teskturnya kasar, seratnya besar-besar.

Nah, bagi anda yang baru memulai, semoga tidak salah.

Apa arti Pahlawan Bagiku?!

August 13, 2008 by Andri Prasetya  
Filed under Alumni Aggregator

Apa arti perjuangan pahlawan bagi kita?!

Bukan perkara mudah memang bagi kita generasi saat ini untuk bisa menghayati apa arti perjuangan para pahlawan.
Selain bersyukur karena kemerdekaan itu sendiri, sebetulnya ada banyak “falsafah” hidup yang bisa kita pelajari dari mereka.
Salah satu yang paling menonjol adalah semangat untuk terus berjuang sampai tewujudnya sebuah tujuan, kalau para pahlawan itu ya sampai satu kata terucap “MERDEKA!!!”.

Dalam kehidupan ini kita memang dituntut dan memang sudah seharusnya menanamkan semangat seperti itu. Semangat terus belajar yang mengokohkan karakter seseorang. Benar sekali ungkapan ini bahwa bangku sekolah yang paling baik adalah bangku sekolah kehidupan.

Berikut tersaji 10 kebiasaan remaja (dan mungkin juga kita ;p) saat ini yg kontradiktif dengan semangat diatas :
1. Maen game
2. Nongkrong
3. Nggosip
4. Shoping
5. Nonton bokep
6. Merokok
7. Nonton film Korea
8. Friendster, My sapce, dll
9. Baca komik
10. Ngisengin orang
(diambil dari koran SINDO, November 207)
kebiasaan buruk yang sangat mudah membuat para remaja addicted, dan “membuang-membuang” waktu yang sebetulnya merupakan Golden Age itu. So.. hati-hatilah n’ be aware.. Mungkin saja salah satu atau beberapa gejala di atas menyerang kita.

Lalu bagaimana cara untuk memaksimalkan diri untuk terus berkembang?
jadilah “VIP” person

V –> Visi
Ef 4: 13-16
(Eph 4:15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. )

Kita sebagai orang-orang yang sudah merdeka dari hukum dosa yang membelenggu, wajib mengisi “kemerdekaan” itu dengan satu tujuan yang jelas yaitu untuk terus bertumbuh ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.

Paling tidak dengan mengetahui dan mengingat lagi panggilan hidup ita ini, semakin memtotivasi kita untuk terus berjuang mengembangkan diri. Dengan perspektif yang benar pula tentunya. Itulah yang dimaksud dengan VISI hidup.

Seperti kata Rick Warren dalam PDL : The way you see your live shapes your live

I –> Integritas

Kita sangat perlu untuk mengambil langkah-langkah tegas untuk membuat hidup kita semakin efektif

Katakan “ya” untuk sesuatu yang memang benar2 “ya”
benar-benar benar
benar-benar menunjang tujuan dan visi hidup kita
benar-benar mendukung kita untuk lebih mengasihi Tuhan dan sesama.

Katakan “tidak” untuk setiap godaan yang datang untuk menggoyahkan kita.


Memadankan perkataan dengan tindakan kita itu adalah kejujuran
memadankan tindakan dengan perkataan kita itu adalah integritas.

P –> Proritas
Ef 5:15-16
(Eph 5:15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,
Eph 5:16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.)

tawaran-tawaran itu akan selalu datang kepada kita
oleh karena itu sangat penting apa yang namanya prioritas.

Mana yang terpenting dalam hidupku
mana yang penting, dan yang kurang penting
mana yang primer, mana yang sekunder,
mana yang sekarang, mana yang nanti,
mana yan benar dan baik, mana yang tidak
dlsb

so pintar2 lah membuat skala prioritas dalam hidup ini sambil terus dibungkus dalam ketaatan penuh kepada Tuhan.

Selamat menjadi “VIP” person!!!

PerGab Remaja GKI Kutisari dan GKI Ngagel, 9 Agustus 2008

Next Page »